Penjualan Smartphone Murah di Indonesia Melonjak Berkat Belajar Online

Sabtu, 03 Oktober 2020 | 10:07
Pexels/ Terje Sollie

Ilustrasi smartphone

Nextren.com - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) merupakan skema belajar yang sedang dilakukan oleh siswa-siswi di Indonesia.

Sejak adanya pandemi, hampir seluruh sekolah diharuskan untuk melakukan proses belajar secara daring atau virtual.

Kondisi ini pun berdampak pada permintaan gadget seperti smartphone, tablet, dan laptop.

Penggunaan sejumlah perangkat tersebut jelas dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan PJJ yang kerap kali menggunakan aplikasi telekonferensi.

Baca Juga: Bisnis Penjualan Tablet Kwartal Kedua Naik 26 Persen, Dampak Pandemi Covid-19 ?

Laporan IDC menyebutkan bahwa selama kwartal kedua (Q2) tahun 2020, pengiriman unit laptop mengalami lonjakan sebesar 18,6 persen.

Bahkan perangkat tablet merasakan pertumbuhan yang lebih besar yakni 26 persen, dikutip dari GSMArena (5/8).

Lebih lanjut, IDC pun merilis sebuah data terbaru yang menyebutkan kondisi penjualan smartphone di Indonesia pada Q2 2020.

Baca Juga: 5 Merek Laptop yang Paling Banyak Dicari Selama WFH Versi Gartner dan IDC

Perusahaan analis tersebut menyebutkan kalau penjualan smartphone murah di Indonesia edang mengalami lonjakan, seperti dilansir Kompas.

IDC menyebutkan kalau peningkatan itu dilatarbelakangi kebutuhan pengguna untuk menunjang kegiatan selama pandemi, yang diantaranya adalah PJJ.

"Besarnya permintaan smartphone murah untuk mendukung kegiatan belajar di rumah telah menaikkan pangsa pasar produk low-end (kisaran harga 100-200 dollar AS, sekitar Rp 1,5 juta-Rp 3 juta)," tulis IDC, dikutip dari Kompas.

Persentase data IDC menunjukkan kalau penjualan smartphone entry level di kisaran harga tersebut mendombrak pertumbuhan hingga 75 persen.

Baca Juga: Penjualan Hape Dunia Kwartal 1 2020 Merosot Hingga 20 Persen, Ini Alasannya

Hasil ini pun jelas lebih tinggi dari tahun 2019 yang dilaporkan hanya berada dikenaikan 48 persen.

Untuk merek dagang yang berhasil mengalami permintaan tertinggi, IDC menyebutkan kalau Vivo berada di posisi pertama.

IDC menyatakan kalau keberhasilan Vivo ini disebabkan oleh penjualan di toko-toko ritel resminya yang masih buka selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kemudian ada Oppo yang masih eksis di kategori mid-range dengan permintaan 21,2 persen.

Baca Juga: Lomba Lari di Oppo Reno4 Virtual Run Sudah Dibuka Pendaftarannya Loh, Unik Banget!

Seperti yang kita tahu, Oppo memang baru saja merilis sejumlah smartphone kelas menengah dengan kisaran harga Rp 3 - 5 juta yakni seri A52, A92, dan A91.

Samsung pun masuk ke dalam jajaran merek dagang yang diminati selama Q2 2020.

Laporan IDC menunjukan kalau perusahaan asal Korea Selatan ini berhasil mengandalkan seri M sebagai pondasi kekuatannya di deretan ponsel murah Indonesia.

Berlanjut ke Xiaomi yang juga memimpin pasar produk entry-level berkat penjualan perangkat Redmi 8A Pro.

Baca Juga: Vivo V20 Series Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya

IDC
IDC

Data IDC untuk pangsa pasar merek dagang smartphone selama Q2 2020.

Perusahaan ini berhasil meraup pasar yang cukup luas di kelas bawah karena harga dari seri tersebut berada di kisaran Rp 1,5 juta.

Di urutan terakhir ada Realme yang menjadikan seri Narzo sebagai andalannya di segmen gaming terjangkau.

Bahkan untuk seri yang satu ini, disebutkan kalau Realme sedang mengalami keterbatasan stok akibat minat yang cukup tinggi.

Baca Juga: Penjualan Smartphone Seluruh Dunia Turun, Harganya Malah Naik 10 Persen

Dengan adanya laporan anyar dari IDC kali ini, tercatat kalau pengiriman smartphone di Indonesia pada Q2 2020 berjumlah 7,1 unit.

Angka itu merupakan penurunan 26 persen dari periode yang sama di tahun 2019.

Bahkan hasil tersebut juga menunjukkan adanya penurunan untuk quarte-on-quarter sebesar 3 persen.

(*)

Editor : Wahyu Subyanto

Baca Lainnya