>

Nasib YouTuber Saat Ini Sejak Aturan Iklan DIubah, Trafik Naik Iklan Turun

Para Youtuber mengeluh turunnya pendapatan iklan mereka meski trafik cenderung meningkat. Adakah perubahan aturan dari Google?

By None - Kamis, 30 Juli 2020 | 19:30 WIB

Business Insider CEO Youtube, Susan Wojcicki

 

Nextren.com - Sejumlah YouTuber mengakui adanya penurunan trafik penonton dan iklan dari AdSense.

Beberapa di antaranya mengatakan penurunan terjadi sejak awal tahun 2020, ada pula yang mengalaminya sejak dimulainya pandemi Covid-19 atau sekitar bulan Februari.

Hal itu tidak hanya dialami YouTuber Indonesia, YouTuber mancanegara juga mengalami masalah yang sama.

Mereka beramai-ramai membanjiri laman Support Google dengan keluhan soal trafik dan pendapatan.

Baca Juga: Penghasilan 10 YouTuber Teratas di Indonesia, Baim Wong Minimal Dapat Rp 681 Juta Sebulan!

Salah satu YouTuber mengaku jumlah penonton turun hingga 90 persen dalam satu malam.

YouTuber tersebut mengaku mengunggah video setiap hari.

Jumlah penonton hariannya konstan antara 50.000-60.000 dalam beberapa bulan terakhir.

Namun pada tanggal 2 April, jumlah penonton anjlok, menjadi sekitar 3.000 per hari dan berkisar di angka yang sama hingga hampir sebulan.

Baca Juga: Luna Maya Wawancara 3 Kali Sehari Sebagai YouTuber Setelah Kelamaan di Rumah

"Video baru masih dilihat oleh subscriber saya pada jam-jam awal, tapi setelah beberapa jam tayang sepertinya tidak menjadi video rekomendasi," tulisnya.

YouTuber lain menimpali dengan mengatakan bahwa dia mengalami penurunan jumlah penonton, dari rata-rata awal 2,2 juta per hari pada pertengahan April menjadi 914.000-an per hari.

Selain jumlah penonton, YouTuber lain mengeluhkan penurunan pendapatan.

Namun, beberapa di antaranya mengaku jumlah penonton tetap stabil atau malah mengalami peningkatan.

Baca Juga: Punya 16 Juta Subscriber, YouTube Raffi Ahmad Pernah Dapat Rp 5 Miliar Hanya Dari Satu Video

Salah satu YouTuber yang juga mengeluh di laman Support Google, mengaku pendapatannya menurun pada bulan Maret-April 2020.

"Pendapatan saya turun 85 persen, paling drastis sehingga saya tidak bisa memperoleh pendapatan. Trafik di kanal saya masih sama seperti sebelumnya," tulis sang YouTuber.

Trafik meningkat, iklan malah turun

Belum ada jawaban resmi dari YouTube pusat akan hal ini.

Para kreator menduga salah satu penyebabnya adalah berhentinya berkurangnya iklan.

YouTuber antara lain memperoleh pendapatan dari penonton yang melihat iklan (tanpa skip) di videonya.

Baca Juga: Kisah Riyanto YouTuber Ndeso Dengan 138 Ribu Subscriber, Terkenal Gara-gara Bahasa Ngapak

Iklan dihitung berdasarkan CPM (cost per mile) atau komisi per 1.000 penonton).

Para pengiklan akan berlomba-lomba menawarkan harga terbaik agar iklannya terpampang di video tersebut.

Semakin banyak iklan yang masuk, penawaran bisa semakin tinggi karena sengitnya kompetisi.

Sebaliknya, semakin sedikti pengiklan, penawaran juga akan berkurang karena minimnya kompetisi antar pengiklan.

Selama pandemi, banyak pengiklan yang menyetop iklannya.

Baca Juga: Ini Aturan Baru Konten Anak di YouTube, Makin Banyak Batasan dan Bisa Bikin Iklan Anjlok

Informasi ini diungkap dalam artikel OneZero Medium yang ditulis oleh Chris Stokel-Walker, pewarta ekonomi lepas untuk media ternama seperti The Guardian, The Economist, dan BBC.

Salah satu konsultan YouTube bernama Carlos Pacheco yang membantu 180 kanal YouTube dengan total hampir 68 juta subscriber, mengatakan rate pengiklan turun rata-rata hampir 50 persen sejak awal Februari.

"Semua orang menyetop iklan mereka di YouTube," kata Pacheco.

Padahal, menurut laporan New York Times, trafik penonton di YouTube justru meningkat sebesar 15 persen terhitung dari Januari-April 2020.

Baca Juga: Inilah Anak 8 Tahun yang Jadi Youtuber Terkaya Berpenghasilan Rp 364 Miliar Tahun Ini

Anjloknya ekonomi global turut berdampak ke berbagai perusahaan besar dunia.

Walhasil, banyak brand yang merampingkan ikat pinggang di bisnis iklan.

"Kalau dilihat dari tren dunia memang brand lebih menghabiskan anggaran pemasarannya untuk langsung ke micro influencers, dibandingkan media konvensional karena lebih cost effective," kata Kumar, seorang pengulas gadget di Indonesia di kanal YouTube K2Gadgets.

Dari beberapa pengakuan YouTuber kepada KompasTekno, yang kemungkinan berdampak adalah mereka yang fokus pada satu jenis konten tertentu (niche), seperti travel dan otomotif, di mana industri tersebut cukup tergoncang sejak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Forbes Rilis Daftar Youtuber Terkaya 2019, Urutan Satu Bocah 8 Tahun

Namun soal penurunan penonton secara spesifik, kemungkinan berpengaruh pula terhadap variasi video yang disuguhkan.

Seperti yang dilakukan Fitra Eri, seorang YouTuber bidang otomotif.

Menurut Eri, trafik penonton video review mobil baru mengalami penurunan karena permintaan mobil baru juga berkurang.

"Otomotif kan luas. Banyak konten otomotif non-review yang saya buat malah views-nya sangat besar bahkan trending," akunya.

Baca Juga: YouTube Premium yang Tanpa Iklan, Begini Cara YouTuber Mendapat Uang

YouTube rombak algoritma lagi? Selain dari YouTuber, faktor eksternal lain juga berpengaruh.

Desas-desus yang berkembang, YouTube disebut-sebut merombak algoritmanya.

Hal ini juga dirasakan kreator YouTube di belahan dunia lain.

Sejak pertengahan tahun lalu, YouTube membuat resah para kreator karena mengubah kebijakan monetisasi.

Kebijakan ini disesuaikan dengan undang-undang pelindungan data anak online Amerika Serikat (Children's Online Privacy Protection Act/COPPA).

Baca Juga: Ini Tarif Media Sosial yang Harus Dibayar Para Influencer, Tarif YouTube Mencapai Rp 93 Juta

Singkatnya, YouTube ingin memastikan para orangtua bahwa platform miliknya aman bagi anak-anak.

Sebab sebelumnya, YouTube dihujani kritikan karena banyak video yang tidak sesuai untuk anak, atau berbau eksploitasi anak, berkeliaran di di dalamnya.

Ivy Choi, perwakilan YouTube mengatakan bahwa perusahaannya memang mengotak-atik algoritma.

"Kami membuat ratusan perubahan setiap tahunnya untuk memudahkan orang menemukan apa yang mereka cari di YouTube," kata Choi.

"Baru-baru ini kami baru saja membuat satu perubahan untuk meningkatkan konten keluarga yang lebih berkualitas," ujarnya, sebagaimana dihimpun dari Bloomberg, Kamis (30/7/2020).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menelusuri Penyebab Turunnya Trafik Penonton dan Iklan di YouTube"
Penulis : Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Page:

Video Pilihan

Penulis: None

PROMOTED CONTENT

COMMENTS
BERITA TERKAIT

Regulator Australia Sebut Google Pakai Data Pengguna Demi Iklan

Tren, 2 Minggu yang lalu

Google dituduh oleh regulator Australia memakai data pengguna demi iklan yang menguntungkan perusahaan tersebut.

Ini Alasan Jenius Nonaktifkan Akun yang Tidak Digunakan Selama 6 Bulan

Tren, 2 Minggu yang lalu

Jenius berikan alasan mengapa akun yang tidak digunakan 6 bulan dinonaktifkan dalam acara peluncuran fitur QR.

Kapasitas Baterai Dari Oppo Reno Series Kuat dan Tahan Lama

Tren, 2 Minggu yang lalu

Oppo pada Reno Series selalu menyematkan teknologi VOOC atau SuperVOOC yang mampu mengisi daya dengan cepat.

Kasus Rekening Bank Dibobol Dari Data Struk ATM dan KPU, Badan Siber Malah Ragu

Tren, 2 Minggu yang lalu

Modus baru pembobolan rekening baru menggunakan struk ATM bekas terjadi di Sumsel. Seperti apa pendapat pakar keamanan?

Paket Internet Unlimited IndiHome untuk Pelajar dan Guru, Mulai Rp 169 Ribu Sebulan

Tren, 2 Minggu yang lalu

Saat akses internet perlu dipakai terus menerus seperti saat belajar dan bekerja secara online, maka paket unlimited sangat dibutuhkan.

Inilah Daftar Kode Redeem Free Fire Juli 2020, Ada Skin Senjata Gratis Loh!

Tren, 2 Minggu yang lalu

Free Fire menjadi salah satu game favorit yag seru, dan kini lagi membagikan kode redeem yang asyik buat pemainnya.

Garmin Akui Sistemnya Diserang Ransomware, Bagaimana Data Pelanggan?

Tren, 2 Minggu yang lalu

Dalam kasus ini, Garmin diketahui diserang oleh kelompok peretas asal Rusia yakni Evil Corp.

Dugaan Perangkat Xiaomi Mi 10 Pro Plus Tembus Skor 687.000 di AnTuTu

Tren, 2 Minggu yang lalu

Dari bocoran yang dirilis tersebut juga dapat dilihat kalau skor untuk CPU dan GPU dari perangkat mencatat angka 182.883 dan 292.704.

ini Bocoran Video Hands On Galaxy Watch 3 yang Beredar di YouTube

Tren, 2 Minggu yang lalu

Dalam beberapa hari terakhir, aplikasi pendamping smartwatch telah muncul di Play Store dan memamerkan kontrol gerakannya.

Paten Hape Xiaomi Dengan Desain Built In Earbuds, Jadi Tebal?

Gadget, 2 Minggu yang lalu

Xiaomi hadirkan paten terbaru smartphone dengan built in earbuds yang bila dilihat berbentuk ramping.

BERITA LAINNYA

REVIEW Lenovo Legion 5, Performa Garang dan Adem Dipakai Berlama-lama

Review, 7 Jam yang lalu

Kali ini, Nextren akan mengulas seri laptop gaming terbaru Lenovo, Legion 5. Mulai dari desain, performa gaming, hingga hal-hal menarik lainnya.

Dukung Belajar Online, Huawei MatePad T8 Resmi Masuk Indonesia Seharga Sejutaan

Gadget, 8 Jam yang lalu

Kebutuhan tablet melonjak saat pandemi yang mengharuskan sebagian besar orang belajar dan bekerja di rumah.

WeChat yang Diblokir AS Dipakai 1,2 Miliar Orang per Bulan, Bisa Bikin iPhone Tak Laku!

Social, 11 Jam yang lalu

Presiden AS Donald Trump sudah memerintahkan untuk melakukan pemblokiran aplikasi Tiktok dan WeChat. Ini dampaknya pada perusahaan AS produsen iPhone.

Toshiba Menyerah Dari Bisnis Laptop Setelah 35 Tahun Bertahan, Susul Olympus yang Stop Bikin Kamera

Tren, 11 Jam yang lalu

Selama 35 tahun hadirkan perangkat laptop, Toshiba pun hengkang atau berhenti hadirkan laptop andalannya.

Ini Alasan Harga Sony PlayStation 5 Lebih Mahal Dari XBox Series X

Tren, 11 Jam yang lalu

Harga PS5 dikatakan lebih mahal daripada Xbox Series X, karena dilihat dari konsol dari Xbox yang cukup terjangkau.

Ternyata Password OTP Lewat SMS Lebih Aman Ketimbang Lewat WA, Telegram atau LINE

Tren, 12 Jam yang lalu

Saat ini hampir semua transaksi online melibatkan password OTP untuk keamanan pembayaran.

Point Blank Hadirkan Battle Cup, Mode Gaming Terbaru yang Berhadiah

Tren, 13 Jam yang lalu

Point Blank miliki mode permainan terbaru yaitu Battle Cup yang disertakan dengan event-event berhadiah.

iQOO 5 Jalin Kolaborasi Dengan BMW M Motorsport, Ini Tanggal Rilisnya!

Tren, 14 Jam yang lalu

Keduanya akan berkolaborasi untuk turnamen balap Deutsche Tourenwagen Masters (DMC) 2020.

Bocoran Hape Terbaru Realme RMX2176 Dengan Chip Snapdragon 765G

Gadget, 14 Jam yang lalu

Realme RMX2176 merupakan smartphone baru yang terdapat di TENAA dan digadang-gadang gunakan Snapdragon 765G.

Cara Mudah Ubah Dokumen Google Docs ke Microsoft Word Tanpa Aplikasi

How To, 16 Jam yang lalu

Mengubah Google Docs ke format lain dapat dilakukan dengan mudah dan cepat hanya melalui langkah-langkah berikut ini!

Kejahatan Siber Terus Mengintai, Milyaran Data Pengguna Terancam Dicuri

Tren, 17 Jam yang lalu

Para hacker bisa mengeksploitasi data pengguna berkat adanya kerentanan yang ada di chipset perangkat smartphone.

TikTok Malah Akan Balik Melawan Larangan Trump di Amerika Serikat

Tren, 17 Jam yang lalu

Tiktok akan melawan balik peraturan pemerintah AS yang melarang keberadaannya ke ranah hukum. Baca selengkapnya.

Xiaomi Mi 10 Ultra Diprediksi Punya Kamera Selfie di Dalam Layar

Tren, 18 Jam yang lalu

Mi 10 Ultra ini merupakan sebutan lain dari Mi 10 Pro Plus yang sebelumnya sudah santer digembar-gemborkan.

Hasil Foto Samsung Galaxy Note20 Ultra, Ada Laser AF dan Pro Video

Gadget, 18 Jam yang lalu

Samsung turut menghadirkan tambahan di fitur Pro Video yang saat ini bisa mengatur mic audio saat mengambil gambar.

Jumlah Pengiriman iPhone Diprediksi Turun 30 Persen, Ini Alasannya!

Tren, 19 Jam yang lalu

Perangkat keras Apple lainnnya seperti AirPods, iPad, Apple Watch, dan Mac pun diprediksi turun 15 hingga 25 persen.

Militer China Bersiap Menghadapi Pertempuran Sengit Dengan AS di Laut China Selatan

Tren, 1 Hari yang lalu

Ketegangan AS dan China di Laut China Selatan masih terus membara, dan keduanya saling gertak dan bahkan bersiap untuk berperang.

Layanan Network-as-a-Service (NaaS) Indosat Ooredoo dan NetFoundry Tawarkan Solusi di Era New Normal

Tren, 1 Hari yang lalu

Solusi yang mudah diaplikasi sekaligus aman, sangat diperlukan perusahaan yang dipaksa lebih banyak beraktifitas online.

Layanan Film Streaming Disney+ Hotstar Masuk Indonesia: Ada Avengers, Thor, Iron Man, Captain America

Tren, 1 Hari yang lalu

Disney+ Hotstar adakan acara Grandfest atau perkenalan platformnya kepada pengguna Facebook di seluruh Indonesia.

Begini Cara Video Call 50 Orang di WhatsApp Laptop via Messenger Room

How To, 1 Hari yang lalu

Video call sangat dibutuhkan saat ini, untuk bekerja dan belajar online. Untungnya Whatsapp juga bisa dipakai video call dengan banyak peserta.

Daftar 10 Hape Android Tercepat Bulan Juli 2020 Versi Skor AnTuTu

Tren, 1 Hari yang lalu

Skor Antutu sudah lama dipakai sebagai pengukur kinerja sebuah smartphone yang lengkap, dan bisa menggambarkan kinerjanya dalam seluruh aspek.

Inilah 7 Cara Hacker Meretas Akun Media Sosial, Sering Tidak Disadari!

Tren, 1 Hari yang lalu

Saat ini hampir semua orang punya akun media sosial, sehingga disitulah para hacker beraksi mencuri informasi penting yang mungkin saja dibagikan.

Jumlah Gamer Indonesia Tumbuh, Masa Depan Cerah Buat Industri Esports?

Tren, 1 Hari yang lalu

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah gamer di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Hal ini dapat jadi sinyal posisitf untuk industri Esports lokal.

Selly, Aplikasi Keyboard Pintar Bisa Jadi Andalan UMKM Go Digital

Apps, 1 Hari yang lalu

Selly merupakan aplikasi keyboard pintar untuk UMKM bisa berjualan secara digital dan termasuk solusi bisnis dari Gojek.

Xiaomi Hadirkan NEOGEO Konsol Mini Game, Dengan 40 Game Klasik

Tren, 1 Hari yang lalu

SNK Corporation memulai debutnya dibawah Xiaomi Youpin hadirkan mini konsol game NEOGEO yang sudah hadir di Asia.

Inilah Bentuk Konsol Game Microsoft Xbox Series S, Sama dengan Seri X?

Tren, 1 Hari yang lalu

Konsol kontroler dari Microsoft Xbox Series X dan S ternyata bisa digunakan pada keduanya melalu bocoran boks baru.

Loading ...