Whatsapp Pay, Alipay dan WeChat Pay, Aplikasi Pembayaran Asing yang Siap Menyerbu Indonesia

Pembayaran transaksi lewat aplikasi bakal makin marak, seiring melonjaknya belanja online. Bahkan tiga aplikasi asing siang masuk Indonesia.

By None - Jumat, 23 Agustus 2019 | 14:29 WIB

Alipay dan Wechat

 

Saat ini, masyarakat makin terbiasa dengan transaksi digital dengan menggunakan aplikasi ataupun situs tertentu.

Hal itu seiring dengan maraknya belanja online dengan marketplace yang kian lengkap, seperti Tokopedia, Bukalapak, dan lainnya.

Aktifitas belanja online tentu membutuhkan aplikasi pembayaran digital yang cepat dan aman, agar terhindar dari kerepotan.

Maka persaingan uang elektronik nasional makin ketat.

Baca Juga: Transaksi Lewat QR Code Standar Juga Bisa Lewat Hape Jadul, Ini Beda Cara Kerjanya

Tak cuma para pelaku industri keuangan digital tanah air, kini pelaku asing juga akan ikut kompetisi dalam merebut pangsa pasar.

Ketatnya persaingan sejatinya wajar, sebab pasar uang elektronik nasional memang terakselerasi sedemikian cepat.

Dari Januari 2019 hingga Juli 2019 nilai transaksi uang elektronik mencapai Rp 69,04 triliun dengan volume transaksi sebanyak 2,73 miliar kali.

Nilai transaksi tersebut tumbuh 184% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 24,25 triliun.
Sedangkan volume transaksinya tumbuh 83,99% dibandingkan periode Januari 2018-Juli 2018 sebanyak 1,48 miliar kali.

Baca Juga: UnionBank Filipina Jadi Bank Pertama Layani Transaksi Blockchain

Dengan pasar yang tumbuh secepat itu, wajar pelaku asing mulai melirik Indonesia.

Tercatat, dua dompet elektronik asal Cina yaitu Alipay, dan WeChat Pay bahkan sudah menggelar operasinya di Indonesia dengan bekerjasama dengan PT Alto Halo Network Digital (ADHI), entitas anak lembaga switching PT Alto Network.

“Sebenarnya yang bekerja sama adalah induk kami, Alto Network. Namun saat itu belum ada regulasi soal uang elektronik yang memisahkan proses front end dan back end."

"Makanya setelah regulasinya terbit, AHDI didirikan pada Februari 2019 sebagai merchant agregator," jelas Direktur Alto Halo Budhi Widjajantho.

Alto Halo telah menjadi mitra resmi WeChat Pay sejak 2017, meski operasinya baru berlangsung pada Januari 2018.

Baca Juga: Tips Bertransaksi Yang Aman Untuk Jemaah Haji Dari Mastercard

Sedangkan dengan Alipay, perseroan telah bekerjasama sejak November 2018 dan langsung memulai operasinya.

Hingga saat ini sudah ada 2.000 merchant di Bali, puluhan di Jakarta, Manado, dan Batam yang yang sudah bekerjasama dengan Alto Halo.

Para merchant ini dapat menerima pembayaran melalui Alipay dan WeChat Pay.

Operasi Alipay dan WeChat Pay sejatinya kontroversial, sebab dua dompet elektronik berbasis kode respon cepat (QR Code) asing ini mesti bekerjasama dengan bank umum kegiatan usaha (BUKU) 4 untuk beroperasi di Indonesia.

Sementara Alto Halo adalah merchant agregator.

Baca Juga: Total Transaksi Ramadan Ekstra Tokopedia Capai 18,5 T, Setara Transaksi 6 Tahun

Kerjasama dengan BUKU 4 dilakukan guna menjamin kepastian penyelesaian transaksi, sebab pelaku asing punya kewajiban untuk menempatkan dana floating minimum 30% di BUKU 4.

Terkait hal ini, Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng bilang, mereka akan diberikan waktu untuk menyesuaikan ketentuan yang berlaku hingga Januari 2020 mendatang.

Ini seiring dengan terbitnya Peraturan Dewan Gubernur Bank Indonesia 21/18/PADG/2019 tentang Implementasi Standar Nasional Quick Response Code untuk pembayaran.

“Semua transaksi pembayaran berbasis kode QR mesti memenuhi standar QRIS (QR COde Indonesia Standard) dimana kewajibannya akan mulai berlaku pada Januari 2020."

"Selama masa transisi, pelaku asing mesti meminta izin ke BI, dan memenuhi ketentuan bekerjasama dengan BUKU 4,” kata Sugeng.

Baca Juga: Transaksi Cepat Lewat Samsung Pay di Indonesia, Begini Cara Pakainya

Sugeng menambahkan jika pada tenggatnya pelaku asing tadi belum memenuhi standar QRIS, maupun belum memperoleh izin Bank Indonesia, maka operasinya di Indonesia akan dinyatakan ilegal, dan akan ditertibkan.

Sejumlah BUKU 4 sendiri mengaku belum merampungkan kerjasamanya dengan Alipay dan WeChat Pay.

BCA misalnya menargetkan kesepakatan kerja sama dengan mereka baru akan bisa rampung pada 2020.

Sedangkan PT Bank CIMB Niaga Tbk kini tengah menunggu izin Bank Indonesia terkait kerjasamanya.

“Kami sedang menjajaki teknisnya karena ini menyangkut pemberian otorisasi kepada turis untuk bertransaksi di Indonesia."

Baca Juga: Fitur BCA Keyboard Permudah Transaksi Tanpa Perlu Buka M-BCA

"Selain itu dari sisi legal juga mesti ada izin dari otoritas (Bank Indonesia),” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja.

“Administrasi dan dokumentasi sedang diproses oleh Bank Indonesia, seharusnya sebentar lagi izin bisa diterbitkan,” timpal Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga Lani Darmawan.

Sementara selain Alipay dan WeChat Pay, adapula aplikasi pesan instan WhatsApp yang juga akan melakukan penetrasi ke industri keuangan digital nasional dengan fitur WhatsApp Pay.

Berbeda dengan Alipay, dan WeChat Pay, WhatsApp Pay akan berfungsi sebagai dompet elektronik saja tanpa menerbitkan uang elektronik mandiri.

WhatsApp Pay akan mengandalkan uang elektronik dari pemain lokal, baik dari bank maupun perusahaan teknologi finansial (Tekfin).

Baca Juga: Transaksi BCA Kini Tak Perlu BUka Aplikasi Lewat Fitur BCA Keyboard

Sumber Kontan bilang bahwa kelak WhatsApp Pay akan juga akan memberikan fitur transfer antar bank berbiaya murah, hanya Rp 500 per transaksi.

Sejumlah dompet elektronik lokal juga dikabarkan tengah didekati entitas Facebook Inc ini guna menggelar kerja sama.

Sang sumber juga menyatakan bahwa kelak WhatsApp Pay akan dibawa Alto Halo ke Indonesia. Namun, Budhi membantah hal ini.

“Bukan (AHDI). Sepengetahuan saya mereka pakai pola seperti India, tapi di Indonesia lebih sederhana fiturnya," lanjut Budhi.

WhatsApp Pay sendiri saat ini sudah digunakan di India setelah meluncurkan versi beta pada 2018.

Saat ini WhatsApp tengah menunggu izin dari otoritas keuangan India untuk beroperasi secara resmi.

Baca Juga: 75 Persen Transaksi Online di Asia Tenggara Pakai Aplikasi Hape

Tak mengancam Pemain Lokal

Masuknya tiga pelaku keuangan digital asing di Indonesia kelak akan menjadi tantangan serius bagi pelaku lokal.

Sebab, secara global ketiganya memang punya penetrasi yang dalam.

Alipay misalnya sudah digunakan di 54 negara, WeChat Pay bahkan sudah dapat mentransaksikan 17 mata uang di 49 negara.

Nilai gabungan transaksi keduanya di luar Cina, diperkirakan mencapai RMB 500 juta hingga RMB 600 juta per hari.

Sementara keduanya masing-masing diperkirakan mencapai 1 miliar pengguna aktif per hari.

Baca Juga: Cukup Satu Aplikasi Untuk Chatting dan Transaksi, Hemat Waktu

Sedangkan WhatsApp Pay, meski baru digunakan di India dan masih versi beta, sudah dipakai oleh 1 juta pengguna.

Jumlah tersebut diprediksi akan makin meningkat karena WhatsApp sendiri telah menggandeng beberapa bank asal India misalnya ICICI Bank, Axis Bank, HDFC Bank, dan SBI.

Meski demikian beberapa pelaku lokal menilai kehadiran mereka tak akan mengancam.

Sebaliknya, pelaku lokal justru terbuka untuk bekerja sama dengan pelaku asing tersebut.

“Alipay dan WeChat Pay sepemahaman saya hanya akan melayani turis asal Cina, bukan untuk WNI."

Baca Juga: Turis China di Bali Transaksi Pakai WeChat dan Alipay, Padahal Belum Ada Ijin

"Sedangkan WhatsApp Pay setahu saya juga akan bekerjasama dengan pemain lokal, meskipun belum ada izin baru Bank Indonesia,” kata Danu Wicaksana, CEO PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) pengelola LinkAja.

Danu menjelaskan buat LinkAja sendiri, kehadiran mereka tak jadi ancaman sebab LinkAja lebih fokus menggarap pasar kebutuhan seharihari (daily needs market).

Seperti pembelian listrik, pulsa terutama transportasi publik dari kereta listrik hingga tol.

Fokus pasar yang disasar LinkAja bahkan berbeda dengan pelaku lokal yang biasanya menyasar ritel.

Sedangkan Head of Corporate Communications GoPay Winny Triswandhani, dan Chief Communication Officer DANA Chrisma Albandjar, justru mengaku membuka lebar pintu kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pelaku asing guna mendukung percepatan terciptanya masyarakat non tunai.

Artikel ini tayang di kontan.co.id, dengan judul : Dompet elektronik asing menyerbu Tanah Air
Reporter: Anggar Septiadi

Page:

Video Pilihan

Penulis: None

PROMOTED CONTENT

COMMENTS
BERITA TERKAIT

Google Akan Segera Non-Aktifkan Fitur Messages yang Ada di Youtube

Apps, 9 Bulan yang lalu

Google akan menghapus fitur Messages yang tersedia di aplikasi Youtube terhitung mulai tanggal 18 September nanti.

Nokia Akhirnya Konfirmasi Kehadiran Hape Baru di IFA 2019 Berlin

Tren, 9 Bulan yang lalu

Setelah banyak rumor yang beredar, kali ini Nokia mengonfirmasi secara langsung hadirnya hape terbaru mereka.

Survei Buktikan Cuma 1 Persen Orang yang Peduli Dengan Headphone Jack

Tren, 9 Bulan yang lalu

Belakangan ini makin banyak pabrikan hape yang mulai menghilangkan headphone jack dari produk-produk mereka.

Segera! Hape Kita Akan Bisa Terjemahkan Bahasa Isyarat dengan Mudah

Tren, 9 Bulan yang lalu

Saat ini Google sedang mengembangkan teknologi penerjemah bahasa isyarat menjadi data digital untuk perangkat hape.

Usung Mediatek Helio G90T, Redmi Note 8 Series Punya Performa Kuat

Gadget, 9 Bulan yang lalu

Jika memang itu akan menjadi kenyataan, sepertinya kandidat kuat yang akan menggunakan chipset Mediatek Helio G90T adalah seri Note 8 Pro,

Oppo Rilis Aplikasi Servis, Berani Jamin Perbaiki Hape Dalam 1 Jam

Tren, 9 Bulan yang lalu

Oppo pada hari ini meresmikan peluncuran aplikasi baru buatannya. Aplikasi ini dapat membantu pengguna smartphone Oppo untuk memperbaiki perangkatnya.

Muncul Petisi Tuntut Pemerintah Buka Kembali Akses Internet di Papua

Social, 9 Bulan yang lalu

Pemerintah sejak Rabu (21/8/2019) menutup akses internet untuk wilayah Papua dan Papua Barat terkait kadaan yang tidak kondusif.

Kamera Hape 108 MP Yang Baru Diperkenalkan, Akan Disematkan di Mi Mix 4

Gadget, 9 Bulan yang lalu

Kabar terbaru Xiaomi Mi Mix 4 muncul di jagat maya, akan membawa kamera dengan sensor terbesar saat ini, 108 MP!

Game NBA 2K20 Buka Demo Gratis, Pemain Bisa Mencoba Fitur MyCareer

Tren, 9 Bulan yang lalu

Di NBA 2K20 Demo, nantinya pemain dapat mencoba mode cerita seri NBA 2K dengan menggunakan fitur MyCAREER.

Inilah 10 Merek Paling Populer di Youtube Indonesia, Ada Produk Gadget Loh

Gadget, 9 Bulan yang lalu

Google merilis daftar peringkat iklan YouTube untuk kategori iklan yang dapat dilewati (skippable ads) selama semester pertama 2019.

BERITA LAINNYA

Cara Mudah Bikin Foto Oplas Pakai Aplikasi FaceApp yang Lagi Tren

How To, 26 Menit yang lalu

Tren #OplasChallange sedang menghiasai jagat media sosial Instagram. Kamu juga bisa melakukannya dengan cara berikut ini!

Trafik Layanan Data Lebaran 2020 Indosat Ooredoo Melonjak 27 Persen

Tren, 42 Menit yang lalu

Setiap musim lebaran, trafik internet operatgor melonka drastis, apalagi tahun ini saat penerapan WFH yang luas.

Langkah Menuju 5G di Indonesia, Telkomsel Buat Layanan Koneksi VoLTE

Tren, 43 Menit yang lalu

Selama masa soft launch ini, jaringan VoLTE baru bisa dinikmati oleh pelanggan di Jadetabek dan Surabaya.

Samsung Galaxy Fold 2 Dilaporkan Sudah Masuk Tahap Produksi Masal

Tren, 1 Jam yang lalu

Meski alami peningkatan, harga Samsung Galaxy Fold 2 dikabarkan lebih murah dari pendahulunya yang dibanderol sekitar 30 juta Rupiah.

Bocoran Baru Galaxy Note 20 Series, Kali Ini Pilihan Warna

Tren, 2 Jam yang lalu

Smartphone ini dikabarkan akandiluncurkan pada bulan Agustus mendatang dengan pilihan warna yang anti-mainsteam.

Bos Twitter Bela Perusahaannya Yang Diancam Tutup Oleh Donald Trump

Tren, 2 Jam yang lalu

Presiden Donald Trump sempat mengancam akan menutup Twitter karena ia tidak terima dengan pelabelan cuitannya yang dianggap menyesatkan.

Hasil Edit Foto Diambil FaceApp Seterusnya: Media, FBI dan Pakar Keamanan Ikut Selidiki

Apps, 15 Jam yang lalu

Inilah hasil pengujian tentang kecurigaan terhadap aplikasi FaceApp yang dianggap membayakan foto-foto pribadi.

Pemakaian Internet Naik Selama Pandemi, GoJek Waspadai Penipuan Manipulasi Psikologis

Tren, 16 Jam yang lalu

Seiring dengan meningkatnya lonjakan trafik internet, potensi penipuan daring menggunakan manipulasi psikologis juga meningkat.

Tarik dan Kirim Uang di BNI Lewat Hape, Uang Bisa Diambil di ATM Tanpa Kartu Debit

Tren, 16 Jam yang lalu

Meski tak membawa kartu debit, kini pengguna bank BNI bisa menarik dan mengirim uang lewat hape, lalu diambil di ATM tanpa kartu.

Oppo Ace2 EVA Edition Hadir Lewat 4 Aksesoris Dengan Unsur Anime

Gadget, 17 Jam yang lalu

Oppo hadirkan Oppo Ace2 EVA Edition dengan empat aksesoris yang memiliki desain yang sesuai anime Neon Genesis Evangelion.

Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Trafik Data XL Axiata Naik 25 Persen

Tren, 17 Jam yang lalu

Lebaran tahun ini sangat berbeda, karena jumlah pemudik dari berbagai kota besar menurun drastis. Maka pola kenaikan trafiknya juga sangat berbeda.

Inilah Karakter Asli Pengguna Aplikasi Kencan Tinder Berdasarkan Zodiak

Apps, 17 Jam yang lalu

Tinder bagikan gaya atau kebiasaan pengguna Indonesia dalam aplikasinya berdasarkan zodiak, lihat yuk!

Inilah 4 Upaya Pemerintah Mengatasi Serangan Siber di Dunia Digital

Tren, 19 Jam yang lalu

Muhammad Farhan, perwakilan Komisi I DPR RI membagikan upaya yang dilakukan pemerintah dalam atasi serangan siber di dunia digital.

Facebook Hadirkan Collab Aplikasi Video Pendek Untuk Para Musisi

Tren, 20 Jam yang lalu

Facebook dari divisi NPE hadirkan aplikasi Collab untuk membagikan video pendek para musisi sejenis TikTok.

Inilah Metode-Metode yang Disiapkan Menkominfo Untuk Hadapi New Normal

Tren, 21 Jam yang lalu

Literasi digital dianggap penting karena bisa digunakan oleh masyarakat bisa mengenali dan mencegah tindakan rekayasa sosial yang marak terjadi..

Puluhan Juta Netizen Afrika Percaya Bill Gates Sengaja Munculkan Wabah Corona

Tren, 21 Jam yang lalu

Teori konspirasi tentang wabah virus corona yang sengaja dibuat, tak hanya muncul di Indonesia. Ternyata di Afrika tuduhan itu malah lebih luas lagi.

Gara-Gara Dugaan Hacking, Keluarga Kartel Narkoba Tuntut Apple

Social, 1 Hari yang lalu

Tuntutan masih dianggap skeptis oleh sebagian kalangan karena keluarga Escobar sebelumnya juga pernah menuntut Apple sebesar 30 miliar USD.

Xiaomi Sedang Siapkan Hape Dengan Layar 144 Hz dan Chip MediaTek

Gadget, 1 Hari yang lalu

Xiaomi dikabarkan sedang siapkan smartphone dengan layar 144 Hz dan ditenagai oleh chip MediaTek Dimensity 1000+.

Review Resso, Aplikasi Streaming Musik Untuk Anak Muda Saat Ini

Review, 1 Hari yang lalu

Resso aplikasi sosial streaming musik yang belum lama hadir di Indonesia memiliki beberapa kelebihan yang ditujukan untuk milenial.

Mobile Gaming Jadi Cara Terampuh Bikin Orang Betah WFH, Ini Buktinya

Tren, 1 Hari yang lalu

Jumlah pemain gim ponsel diprediksi akan tembus 100 juta orang. App Annie dan IDC mengatakan ada lonjakan 35 persen untuk angka unduhan gim ponsel.

Huawei Pilih DailyMotion Untuk Gantikan YouTube di Perangkatnya

Tren, 1 Hari yang lalu

Sumber mengatakan kalau DailyMotion adalah layanan video online kedua yang terpopuler setelah YouTube.

Cari Uang Jadi Lebih Mudah, Instagram Akan Buat Pendapatan dari IGTV

Tren, 1 Hari yang lalu

Instagram siapkan pendapatan bagi para kreator dan influencer dalam postingan IGTV dengan menghadirkan iklan di dalamnya.

PlayStation 5 Akan Diperkenalkan, Bocoran Videonya Beredar di Internet

Tren, 1 Hari yang lalu

Dalam video berdurasi 3 menit tersebut juga terlihat bahwa PS5 akan memiliki asisten digital bernama Ellie.

Google Duo Kini Bisa Digunakan Tanpa Nomor Telepon di Tablet Android

Tren, 1 Hari yang lalu

Akses masuk ke Google Duo pada tablet Android kini hanya memerlukan akun Google tanpa nomor telepon.

Donald Trump Ancam Tutup Medsos Karena Tak Terima Cuitannya Dianggap Menghasut dan Tak Berdasar

Social, 1 Hari yang lalu

Presiden AS Donald Trump meradang karena cuitannya di Twitter dianggap menghasut dan tak berdasar, sehingga diberi tanda oleh Twitter.

Loading ...