Follow Us

Analisa Chat BSI vs Lockbit: Kemampuan Negosiasi Rendah Jadi Bencana

Wahyu Subyanto - Selasa, 23 Mei 2023 | 15:00
Ilustrasi serangan ransomware yang menjadi masalah siber Indonesia.
iStockphoto

Ilustrasi serangan ransomware yang menjadi masalah siber Indonesia.

Nextren.com - Ransomware adalah ancaman yang nyata dan jelas hari ini. Khususnya untuk semua pelaku industri yang ingin memanfaatkan kanal digital untuk memberikan value added bagi layanannya.

Kanal digital memang memberikan efisiensi yang luar biasa bagi semua pelaku industri, termasuk industri perbankan.

Pasalnya, mereka tidak perlu lagi membangun cabang fisik yang butuh biaya tinggi untuk bangunan, peralatan pendukung dan sumberdayanya, di seluruh Indonesia.

Dengan memanfaatkan kanal digital, maka jangkauan layanan perbankan secara instan akan tersedia, asalkan tersedia jaringan internet.

Apalagi hampir semua layanan perbankan dapat diakses dengan layanan perbankan ini, kecuali tarik tunai.

Namun, tentu saja kita tidak bisa "makan nangka tetapi tidak mau mengurusi getahnya".

Jadi kita memang bisa memanfaatkan kanal digital untuk menyediakan layanan kita, namun jaringan internet yang dimanfaatkan ini adalah jalur umum yang bisa dijangkau siapapun, termasuk oleh orang yang bertujuan jahat.

Tentunya jaringan perbankan yang berurusan dengan uang menjadi sasaran utama dari penjahat digital.

Karena itulah perhatian utama dan fokus yang besar harus dicurahkan oleh bank, yang ingin memanfaatkan digital banking tersebut.

Saat ini, ancaman yang nyata dan paling berbahaya di internet adalah ancaman ransomware dan extortionware, yang terbukti telah memakan korban ratusan perusahaan multinasional dan mengakibatkan kerugian triliunan rupiah.

Kemampuan menghadapi ransomware ini harus dimiliki oleh semua pelaku digital, karena dalam kenyataannya proteksi terhadap ancaman ransomware seperti antivirus secara nyata tidak dapat menjamin akan bebas 100 % dari ransomware.

Editor : Nextren

Baca Lainnya

PROMOTED CONTENT

Latest