Dia menambahkan, sudah empat pekan lebih Pemerintah Indonesia belum memberikan keputusan persetujuan terhadap alat tes mandiri ini.
Sebagai perbandingan, badan farmasi Eropa hanya membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu untuk memberikan persetujuan.
Baca Juga: Peneliti Inggris Kembangkan Alat Rapid Test Corona Menggunakan Ponsel
India menghabiskan waktu satu minggu untuk melakukan uji coba, validasi, dan persetujuan akhir.
Pemerintah India langsung memesan jutaan unit alat tes dua hari setelah lisensi diterbitkan.
Santo mengatakan bahwa alat tes Covid-19 dijual dengan harga produksi, sebab ini merupakan misi sosial untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Hasil Rapid Tes Asal China Dalam 45 menit
Di lain pihak, Peneliti China telah mengembangkan kit uji asam nukleat baru untuk virus corona (Covid-19), yang dapat mengonfirmasi kasus positif corona dalam rata-rata 45 menit.
Menurut keterangan Institut Teknik Biomedis dan Teknologi Suzhou, Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, selain cepat, test kit ini juga berukuran kecil dan mudah dibawa. Ini membuat test kit portabel untuk pengujian di tempat secara real-time.
Baca Juga: Google Siapkan Program Tes Virus Corona Hingga Campaign Do The Five
Menggunakan cairan khusus, test kit ini dapat langsung menghancurkan patogen dalam sampel dan melepaskan asam nukleat.
Sehingga dapat mencapai hasil pengujian kualitatif tanpa ekstraksi asam nukleat, pemurnian dan amplifikasi PCR, teknik yang digunakan untuk membuat banyak salinan segmen tertentu dari DNA dengan cepat dan akurat.