Perang Qualcomm vs Apple Makin Panas, Penjualan iPhone di China dan Jerman Terhenti

Minggu, 06 Januari 2019 | 18:02
9to5mac.com

Qualcomm

Laporan Wartawan NexTren, David Novan Buana

NexTren.com - Tidak puas dengan keberhasilannya dalam menghentikan penjualan iPhone di China, Qualcomm kini perluas daerah serangannya.

Kini, Qualcomm bidik pasar iPhone di Jerman dengan gunakan kemenangannya melawan Apple di pengadilan beberapa waktu lalu.

Hal ini tentunya akan semakin melukai keuntungan Apple secara global, yang mulai terlihat pada laporan revenuenya di 2018 lalu.

Baca Juga : Keributan Qualcomm dan Apple Menjalar ke Intel, Dianggap Mau Monopoli

Tekanan yang semakin tinggi terhadap Apple oleh Qualcomm dimulai dari saling serang kedua perusahaan raksasa tersebut.

Apple merasa Qualcomm terlalu banyak mengambil untung dari paten SoC Snapdragon yang digunakan di iPhone.

Sedangkan Qualcomm balik serang dengan menuduh Apple mencuri paten teknologinya, menggunakannya pada iOS, dan juga membocorkannya ke pesaing seperti Intel.

Setelah melalui proses pengadilan, akhirnya pada 20 Desember 2018 pengadilan memutuskan Apple bersalah terhadap pelanggaran paten yang dimiliki perusahaan pembuat SoC tersebut.

Akibatnya sangatmenyakitkan, karena melalui kemenangan tersebut penjualan iPhone menjadi incaran dari serangan balik.

Qualcomm minta pemerintah Chinalarang penjualan iPhone di sana, termasuk iPhone XS terbaru yang saat itu masih belum lama dirilis.

Namun Apple berkelit dengan memberikan iOS 12 untuk iPhone yang tidak memiliki teknologidengan paten yang bermasalah itu.

Baca Juga : iPhone Dilarang di Tiongkok, Perang Antara Qualcomm dan Apple Memanas

Belum lagi redam suasana panas di China tersebut, kini Qualcomm berhasil membuat pemerintah Jerman memberikan larangan penjualan iPhone 7 dan iPhone 8 di sana.

Untuk iPhone XS dan iPhone XR, keduanya masih dijual karena tidak mengandung teknologi yang diklaim Qualcomm menjadi miliknya.

Efeknya tidak hanya berpengaruh pada penarikan produk dari toko iStore saja, baik fisik dan virtual, Apple juga harus menarik kembali produk yang dijual oleh toko retail pihak ketiga di Jerman.

Artinya, Apple harus membayarcukup banyak untuk toko retail tersebut sebesar harganya ketika toko tersebut mendapatkannya.

Perseteruan ini membuat kerugian yang besar untuk Apple, karena sebelumnya perusahaan tersebutseringkali menggunakan SoC buatan Qualcomm untuk iPhone.

Entahapa lagi yang akan menjadi incaran Qualcomm setelah sekali lagi berhasil membuat Apple mengalami kerugian.(*)

Editor : Wahyu Subyanto

Sumber : ARS Technica

Baca Lainnya