Selain itu, 53% mengatakan memilih Quick Commerce karena produk yang diterima masih dalam keadaan segar.

Survei Populix Ungkap 87% Masyarakat Indonesia Aktif Belanja Melalui Layanan Quick Commerce
Kedua hal tersebut, pengiriman cepat dan produk yang masih segar memang menjadi keunggula model bisnis Quick Commerce.
Sebagian besar produk yang dibeli melalui layanan Quick Commerce merupakan makanan yang dalam kehiduapn sehari hari dibutuhkan seperti kebutuhan pokok, makanan ringan (snack), serta bahan memasak dan bumbu dapur.
Baca Juga: TikTok Luncurkan 'Shoppertainment', Indonesia Jadi pasar tertinggi
Melihat hal tersebut penggunaan layanan Quick Commerce di proyeksikan akan berkembang di masa mendatang.
Namun dibalik keunggulan tersebut, layanan Quick Commerce masih memiliki kelemahan yang kurang disukai oleh pelanggan.
63% responden mengatakan waktu flash sale di layanan Quick Commerce terlalu sebentar, 44% responden mengatakan harga diskon sama dengan harga normal, dan 32% responden menyatakan sistem aplikasi sering bermasalah.