Laporan wartawan Nextren, Wahyu Subyanto.
Nextren.com- Bobolnya aplikasi WhatsApp oleh perusahaan software asal Israel, NSO, makin membuktikan kecanggihan mereka dalam menyusup untuk mencuri data.
Cukup dengan miss called alias panggilan yang tak dijawab, sudah cukup untuk masuk ke dalam sebuah smartphone dan mengobok-obok isinya.
Biang keroknya memang seperti diduga banyak orang, yaitu NSO dari Israel.
Beberapa waktu lalu terjadi saling tuduh di berbagai negara di dunia yang 'panas' akibat terbunuhnya Jamal Khashoggi di Kedutaan Besar Arab Saudi di Turki.
Jamal Khashoggi sendiri adalah warga negara Saudi dan bekerja sebagai wartawan untuk The Washington Post, Amerika Serikat.Ternyata ada teknologi Israel yang berperan melacak posisi Jamal Khashoggi selama ini, yang bentuknya berupa aplikasi spyware alias aplikasi mata-mata yang canggih.Spyware itu biasa dikenal di kalangan intelijen sebagai Pegasus, dan dibuat oleh NSO Group.Dilansir dari Vice Motherboard, sebuah sumber mengatakan berhasil melihat dari dekat cara kerja spyware pengintai asal Israel itu.
Baca Juga :Belajar Otodidak, Remaja Ini Temukan Kebocoran Google dan Diganjar Rp 500 JutaInformasi ini ditegaskan Vice Motherboard bahwa sang sumber memiliki pengetahuan langsung dan terbaru dari perusahaan.Meskipun ada sederet pelanggan yang sangat kontroversial, perusahaan asal Israel ini nampaknya sangat populer di seluruh dunia.Saat itu seorang pengusaha Israel sedang rapat dengan penyedia spyware NSO itu.Perwakilan NSO bertanya apakah mereka boleh mendemonstrasikan perangkat lunak mata-mata mereka yang kuat dan mahal, yang dikenal sebagai Pegasus, di telepon si pengusaha itu sendiri.
Baca Juga :Facebook Kebobolan Lagi, Informasi Pribadi 81 Ribu Akun Dijual Hacker
Sang pengusaha setuju, tetapi mengharuskan NSO untuk menargetkan iPhone lain, yang dia bawa dan memiliki nomor telepon asing.Dia memberi NSO nomor telepon itu dan meletakkan telepon di meja.Artinya, pihak NSO baru tahu nomor itu saat pertemuan dan tak menyentuh iPhone yang baru dibawa itu.Setelah 5 sampai 7 menit, maka isi layar iPhone-nya muncul di layar besar yang dipasang di ruang rapat.Semuanya terlihat, bahkan meski si pengusaha tidak mengklik link yang dianggap berbahaya.
Baca Juga :Marak Instagram Kebobolan, Ganti Password Agar Bebas Ancaman Hacker

kantor NSO
Baca Juga :Pengguna Twitter Wajib Ganti Password karena Bug, Benarkah Kebobolan?