Lain lagi pengalaman buruk yang dialami Novita Soedadi di Surakarta, yang menceritakan pengalamannya di mediakonsumen pada 6 November 2018.Ia meminjam ke pinjaman online di banyak tempat, karena kebutuhan. Selama ini jalan lancar saja, karena Novita bisa membayar. Tapi lama kelamaan karena sistem bunga uang dipotong di depan dan ditambahkan di belakang, maka lama-lama Novita tak sanggup untuk membayar. Bahkan Novita tak tahu lagi jadi berapa hutangnya, karena setiap keterlambatan akan dikenakan denda.
Baca Juga : Bocoran Perangkat Baru OPPO Jelang Akhir 2018, Varian F9?Novita semakin takut karena banyak debt kolektor yang menagihnya.Karena itu, lama-lama Novita sakit dan semakin tidak bisa membayar semua hutangnya. Salah satu kolektor dari salah satu aplikasi, mengancamnya dengan membuat grup WA yang anggotanya semua nomor kontaknya. Dia juga mengancam mau melaporkan Novita kepada pimpinannya. Nominal hutangnya hanya Rp300 ribu, tapi karena katanya kesalahan sistem jadi mengirim 2 kali.Sekarang Novita benar-benar ketakutan dan hal ini memperburuk keadaannya.Pasalnya, sekarang ini Novita sakit dan tidak sembuh-sembuh karena perlu pengobatan.Dengan nada pedih, ia bertanya, "Apakah ada yang seperti saya?? Ditagih di semua kontak di no hp? Mohon solusinya. Saya benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi karena kondisi saya yang masih sakit."Itulah sebagian kecil kisah terjeratnya peminjam online, yang tanpa pengetahuan yang cukup memakai cara "gali lubang tutup lubang".Mencicil hutang dengan meminjam dari aplikasi lain, adalah awal dari bencana yang menghancurkan banyak hal. (*)