Baca Juga: Pakar Komentari Kebocoran Data IndiHome: Telkom Mohon Jujur Saja
Namun dari 1 juta sampel data tersebut tercatat semua operator, baik operator yang dimiliki oleh swasta maupun operator plat merah semuanya melanggar ketentuan ini.
"Dan celakanya pelanggaran ini tidak tanggung-tanggung. Ada operator yang menggunakan 1 NIK untuk registrasi 91 kartu SIM," ungkap Alfons.
Dengan begitu Alfons mengharapkan pemerintah segera menyelesaikan kasus kebocoran data 1,3 miliar ini.
"Yang menderita kerugian paling besar dari kebocoran data adalah pemilik data dan bukan pengelola data," tuturnya.
Pengelola data menurutnya hanya mendapatkan malu karena tidak kompeten mengelola data, sedangkan pemilik data yang akan menjadi korban dari eksploitasi data yang bocor.
Data yang bocor pun tidak dapat dibatalkan dan sekali data bocor ada di internet, maka selamanya data itu ada di internet. (*)