Karena perangkat elektronik itu selalu melakukan hal yang sama setiap putaran, maka ketika sistem itu bermasalah maka tamatlah skill para pembalap itu.
Ya, motor MotoGP saat ini telah dibekali berbagai teknologi elektronik canggih, untuk mengontrol tenaganya yang sangat besar.
Bahkan semua motor MotoGP menjadikan sistem elektronik ini sebagai pondasi untuk mengoptimalkan kinerja mesin.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Game di Android Buat Kamu yang Bosan Dengan Game Lama

Marc Marquez saat berlaga di GP Andalusia 2020 (HRC)
Tak hanya mendongkrak kinerja mesin, perangkat elektronik ini juga memberi keamanan dengan cara mengendalikan tenaga besarnya.
Tenaga besar yang hanya disalurkan ke roda belakang itu, jika tak ada sistem elektronik maka pada gigi 2 atau gigi 3 saja ban belakang akan kehilangan kendali.
Untuk itu ada teknologi kontrol traksi yang punya tugas penting.
Bagaimana cara kerja kontrol traksi di motoGP?
Ternyata kontrol traksi bekerja dengan mengolah input data yang dikirim dari sensor kecepatan roda.
Baca Juga: YouTube Akan Hapus Kolom Komunitas Mulai September, Pengguna Kecewa
Dilansir Box Repsol, sistem elektronik otomatis akan bekerja memperbaiki jika roda belakang berputar lebih cepat daripada roda depan.