Twitter PHK Massal Karyawan Lagi, Tim Infrastruktur Jadi Korbannya

Minggu, 18 Desember 2022 | 11:28
inc. Magazine

Ilustrasi Elon Musk dan Twitter

Nextren.com -Awal bulan November lalu, bos baru Twitter Elon Muskmelakukan PHK massal yang berdampak terhadap 3.800 karyawan.

Usai setengah dari karyawan Twitter dirumahkan, Elon Musk mencoba membangun kembali Twitter dengan orang-orang yang dianggap kompeten untuk perusahaan.

Sayangnya, PHK massal Twitter masih berlanjut ke sekuen kedua dengan dampak yang tak kalah besarnya.

Baca Juga: Elon Musk Akan Hadirkan Twitter Blue Versi Bebas Iklan Tahun Depan

The Informationmelaporkan bahwaTwitter melakukan PHK massal sebagian divisi infratrukturnya pada Jumat (16/12) malam.

Laporan tersebut tak menyebutkan skala PHK yang ditempuh menjelang liburan Natal dan Tahun Baru 2023 ini.

Namun, beberapa engineer Twitter mengatakan bahwa mereka di-PHK melalui email resmi perusahaan.

Email tersebut mengatakan bahwa kontribusi engineer di divisi tersebut tak lagi diperlukan.

Baca Juga: Elon Musk Buka Lowongan Kerja Baru Usai PHK Massal Ribuan Karyawan Twitter

PHK massal ini sebelumnya juga telah dilaporkan oleh The New York Times.

Laporan The New York Times pada hari Selasa (13/12) mengungkapkan bahwa Elon Musk telah memberhentikan kepala infrastruktur Twitter, Nelson Abramson.

Selain itu, ada pula segelintir karyawan berpangkat tinggi di perusahaan yang turut di PHK.

Saat artikel ini ditulis, Twitter belum memberi keterangan apapun seputar laporan pemecatan karyawan pekan ini.

Twitter sendiri disebut belum memiliki tim komunikasi sejak PHK massal bulan November lalu.

Menurut perkiraan The Information, jumlah karyawan Twitter telah menyusut sekitar 75% sejak Elon Musk menjadi bos sekaligus pemilik baru.

Baca Juga: Elon Musk Rencanakan Pengguna Bisa Nge-Tweet Hingga 4000 karakter

Berkurangnya karyawan Twitter tak hanya dipengaruhi oleh PHK massal, tapi juga pengunduran diri karyawan.

Setelah Elon Musk mengungkapkan ultimatum bahwa karyawan harus bekerja "sangat keras", setidaknya 1.200 karyawan mengundurkan diri.

(*)

Editor : Wahyu Subyanto

Baca Lainnya