Situs Kementerian Diretas, Rusia Ancam Bakal Serang AS dan Negara Barat!

Jumat, 10 Juni 2022 | 10:29
Wikimedia

Ilustrasi hacker

Nextren.com -Perang Rusia dan Ukraina terjadi di era modern yang melibatkan cyberattack untuk saling melemahkan musuh.

Sejak awal perang pada 24 Februari lalu, Rusia dan Ukraina silih berganti melakukancyberattackkepada politisi, pemimpin negara/wilayah, hingga lembaga negara.

Baru-baru ini, Rusia mengaku menerima cyberattackdari Ukraina dan negara Barat.

Baca Juga: Rusia Hancurkan Gudang Pertanian Terbesar Ukraina, Berusaha Ciptakan Krisis Pangan Global!

Dilansir dari Reuters, situs Kementerian Perumah Rusia diretas pada akhir pekan lalu.

Peretasan tersebut menyematkan tulisan "Glory to Ukraine" dalam bahasa Ukraina serta membuat situs down selama beberapa saat.

Kantor berita negara Rusia RIA mengungkapkan bahwa meski situs sempat down, tetapi data pribadi pengguna masih terlindungi.

Baca Juga: Militer Rusia Melemah, NATO Diminta Segera Rebut Ukraina dari Tangan Putin

Peretasan situs Kementerian Rusia ini ditanggapi dengan tegas oleh Moskow.

Kamis lalu (9/6), Rusia memperingatkan Ukraina, AS, dan negara Barat bahwa cyberattack terhadap infrastruktur digitalnya akan mengarah pada konfrontasi militer langsung.

Moskow mengancam tak segan-segan mengerahkan kekuatan militernya untuk membalas cyberattack yang dilakukan oleh Ukraina dan sekutunya.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa infrastruktur penting Rusia dan lembaga-lembaga negara sedang diserang.

Mereka menunjuk tokoh-tokoh di AS dan Ukraina sebagai pihak yang bertanggung jawab atas cyberattack tersebut.

"Yakinlah, Rusia tidak akan membiarkan tindakan agresif tak terjawab," ujar Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dikutip dari Reuters.

"Semua langkah akan diukur, ditargetkan, sesuai dengan undang-undang dan hukum internasional kami," sambungnya.

"Militerisasai ruang informasi oleh Barat dan upaya untuk mengubahnya menjadi arena konfrontasi antarnegara telah sangat meningkatkan konfrontasi militer langsung dngan konsekuensi yang tak terduga," pungkasnya.

Baca Juga: Militer Ukraina dan Rusia Bertempur Sengit di Jalanan Sievierodonetsk, Berebut Kota Industri!

Presiden Rusia Vladimir Putin pada bulan Mei mengatakan bahwa peningkatan jumlah cyberattack kepada Rusia meningkat beberpa kali lipat.

Ia memerintahkan pihak berwenang untuk meningkatkan keamanan IT-nya untuk menghalau serangan dari Barat.

(*)

Editor : Wahyu Subyanto