Follow Us

Pemblokiran IMEI Mulai Berhasil, Jumlah Hape BM Kini Menurun

None - Kamis, 26 November 2020 | 22:14
Contoh hape BM yang marak dijual online
yusuf

Contoh hape BM yang marak dijual online

Nextren.com - Pemberlakuan aturan registrasi International Mobile Equipment Identity ( IMEI) yang diterapkan pemerintah pusat memberikan dampak positif berupa menurunnya peredaran ponsel black market (BM) alias ilegal.

Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe B Batam Susila Brata mengatakan, secara nasional, pada 2019 tercatat ada sebanyak 51.422 unit ponsel ilegal yang terjaring dari 738 kali penindakan.

Sementara, sepanjang 2020 hingga pertengahan November, sebanyak 38.178 unit diamankan lewat 315 kali penindakan.

“Peraturan (registrasi IMEI) ini memberikan dampak positif, bahkan untuk perkiraan nilai penindakan handphone adalah Rp 104,91 miliar pada 2019 dan Rp 62,13 miliar pada 2020,” kata Susila di Kantor KPU BC Tipe B Batam, Kamis (26/11/2020).

Baca Juga: Mesin Pencatat IMEI Hape Resmi Nyaris Penuh, Hape Baru Terancam Tak Dapat Sinyal

Dia menambahkan bahwa, sejak 18 November, terdapat 101.703 IMEI perangkat yang teregistrasi secara nasional.

Sebanyak 1.426 di antaranya berasal dari Batam.

Susila mengatakan, di Batam telah dilakukan berbagai upaya untuk mendukung penerapan aturan registrasi IMEI.

Mulai dari sosialisasi melalui media, penguatan pengawasan, penyempurnaan sistem layanan, hingga koordinasi dengan instansi terkait dan pelaku usaha.

Dibandingkan dengan daerah lain, Susila mengatakan bahwa Batam memiliki keistimewaaan dalam hal fiskal sebagai Kawasan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ).

Karena itu, aturan kepabeanan di Batam juga berbeda dari daerah lain di Indonesia.

“Khusus FTZ, masuk registrasi saja, pajak tidak dibayar, ketika keluar (Batam) baru ada pajaknya,” lanjut Susila.

Editor : Nextren

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest