Ini 5 Jenis Metode Penipuan Online Era Digital, Awas Terjebak!

Jumat, 08 September 2023 | 10:04
Emory News Center

Ilustrasi berbagai metode penipuan online dengan berbagai metode di era digital.

Nextren.com - Penipuan online merupakan salah satu masalah yang terus meningkat di dunia digital saat ini.

Setidaknya ada berbagaijenis metodepenipuan yang dilakukan oleh para pelaku yang sangat meresahkan masyarakat.

Dalam era digital yang semakin canggih saat ini, kita perlu lebih waspada dan cerdas dalam menghadapi berbagai jenis penipuan online.

Penipuan ini tidaklah sepele karena dapat menyebabkan kerugian besar baik secara finansial maupun non finansial bagi korbannya.

Karena itu, saat ini sangat penting untuk mengetahui cara kerja dan ciri-ciri dari setiap jenis penipuan ini sobat Nextren.

Baca Juga: Cara Cek Link Phising Bit.ly, Jangan Diklik Sebelum Tahu Keasliannya!

Hal ini tentunya dapat membuat kita lebih mudah untuk mengenali dan juga menghindarinya.

Penting bagi kita untuk selalu memperhatikan keamanan diri dan informasi pribadi kita saat beraktivitas di dunia digital ini.

Hal tersebut dikarenakan keamanan diri dan informasi pribadi kita merupakan tanggung jawab kita sendiri.

So, di artikel ini Nextren akan jelaskan lima jenis penipuan online yang banyak ditemukan di era modern ini.

Langsung aja yuk cek penjelasannya berikut ini!

1. Phishing

mailguard.com.au

penipuan online link phising

Phishing adalah salah satu modus penipuan online yang paling umum ditemukan di era digital sekarang ini.

Ini adalah bentuk penipuan yang dilakukan melalui email atau pesan teks yang dikirim kepada individu atau organisasi.

Model pesan yang digunakan dalam phishing sangat beragam, mulai dari lowongan kerja, undian dengan hadiah besar, hingga pesan dari kenalan yang dianggap dapat dipercaya.

Dalam pesan phishing, penerima akan diminta untuk mengklik link yang diberikan dalam pesan tersebut, yang akan mengarahkan mereka ke situs tertentu.

Penerima akan digiring untuk mendaftarkan diri pada situs tersebut, dan dalam proses tersebut.

Nantinya, data-data pribadi yang dimasukkan akan dicuri dan digunakan untuk mengambil akses ke rekening bank, kartu kredit, atau uang digital lainnya.

Untuk mencegah terjadinya phishing, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti memastikan kredibilitas alamat pengirim pesan.

Apabila email atau teks dikirim oleh keluarga atau kerabat yang dikenal, segera hubungi dan cek kebenaran kabarnya sebelum memasukkan data apa pun.

Selain itu, jangan pernah memberikan informasi pribadi atau keuangan melalui email atau pesan teks yang tidak dikenal, serta jangan pernah mengklik link yang dikirim oleh pengirim yang tidak dikenal.

2. Sniffing

Vecteezy
Vecteezy

Ilustrasi penipuan online dengan sniffing

Sniffing adalah metode yang digunakan oleh penipu untuk mengintip atau menyadap data yang dikirimkan melalui jaringan komputer.

Dalam penipuan ini, penipu dapat mencuri informasi sensitif seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau informasi login dari komputer atau perangkat mobile yang terhubung ke jaringan yang tidak aman.

Para penipu juga dapat menggunakan perangkat lunak atau alat yang disebut "sniffer" untuk memantau jaringan dan menangkap data yang dikirimkan melalui jaringan tersebut.

Sniffer dapat digunakan untuk menangkap data yang dikirimkan melalui protokol jaringan yang umum seperti TCP/IP atau HTTP.

Dalam beberapa kasus bahkan penipu dapat menguasai perangkat pengguna dengan menggunakan berbagai modus seperti kiriman paket.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan akses serta menguasai perangkat korban-korbannya dan mencuri data-datanya.

Untuk mencegahnya, pastikan untuk selalu mengakses jaringan yang aman dan menghindari jaringan yang tidak dikenal atau tidak dapat dipercaya.

Selain itu,jangan mengklik sembarangan link atau tautan yang tidak jelas untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

3. Pharming

CyberPilot
CyberPilot

Ilustrasi pharming

Pharming adalah modus penipuan online yang digunakan untuk mengambil informasi pribadi pengguna dengan memasang malware di komputer atau perangkat mobile.

Dalam pharming, penipu akan mengarahkan lalu lintas situs ke alamat web yang dibuat untuk menyerupai situs penting dan sering dikunjungi.

Penipu akan membuat situs yang mirip dengan situs-situs penting, seperti bank, e-commerce, atau situs pemerintah, dengan tujuan untuk mengarahkan target ke situs tersebut.

Setelah masuk ke situs tersebut, malware yang telah dipasang dapat mengakses atau menyadap aplikasi yang terinstall dan mencuri data-data pribadi.

Untuk mencegah pharming, pastikan untuk selalu memeriksa alamat web yang dikunjungi dan pastikan untuk mengetahui alamat web asli dari situs yang sering dikunjungi.

Selain itu, pastikan untuk selalu mengupdate perangkat lunak dan aplikasi yang digunakan.

Tak ketinggalan memasang perangkat lunak anti-malware yang dapat mendeteksi dan menghapus malware yang ada di perangkat.

4. Money Mule

ComplyAdvantage
ComplyAdvantage

Ilustrasi money mule

Money mule adalah metode penipuan yang digunakan penipu untuk mengalihkan dana yang diperoleh melalui kegiatan ilegal.

Contohnya seperti pencucian uang, penipuan ke rekening bank atau akun e-wallet yang dimiliki oleh individu.

Penipu biasanya akan mencari individu yang membutuhkan uang atau yang ingin menghasilkan uang tambahan dengan menawarkan pekerjaan atau investasi yang terlihat menguntungkan.

Setelah individu tersebut mendaftar, penipu akan meminta mereka untuk menyediakan informasi rekening bank atau akun e-wallet.

Para penipu akan mengarahkan dana yang diperoleh melalui kegiatan ilegal ke rekening tersebut.

Individu yang terlibat dalam money mule seringkali tidak menyadari bahwa mereka sedang terlibat dalam kegiatan ilegal dan dapat dijerat hukum jika ditangkap oleh pihak berwajib.

Untuk mencegah terkena penipuan money mule, pastikan untuk tidak memberikan informasi rekening bank atau akun e-wallet kepada siapapun yang tidak dikenal atau tidak dapat dipercaya.

Selain itu, jangan tergiur dengan tawaran kerja atau investasi yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan dan selalu cek kebenaran dari sumber yang menawarkan.

5. Social Engineering

Bard Interactive
Bard Interactive

Ilustrasi social engineering

Social engineering adalah metode yang menggunakan teknik manipulasi atau pemalsuan untuk mengambil informasi pribadi atau dana dari individu.

Penipu menggunakan berbagai trik psikologis atau teknologi untuk mengelabui target dan mengambil keuntungan dari kepercayaan korbannya.

Social engineering biasanya dilakukan agar korbanmemberikan One Time Password (OTP) sering ditemukan di aplikasi perbankan atau dompet digital.

Pelaku penipuan akan menggunakan metode yang dapat mempengaruhi psikologis korban, sehingga korban tidak sadar akan memberikan data atau informasi sensitif seperti OTP.

Untuk mencegah terkena penipuan social engineering, pastikan untuk tidak memberikan informasi pribadi atau dana kepada siapapun yang tidak dikenal atau tidak dapat dipercaya.

Selain itu, jangan tergiur dengan tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan dan selalu cek kebenaran dari sumber yang menawarkan.

Baca Juga: Awas Penipuan Online di Google Maps, Menyamar sebagai Agen Bus!

Selain lima modus penipuan yang telah disebutkan sebelumnya, masih ada modus penipuan lain yang juga sering ditemukan.

Salah satunya adalah penipuan dalam transaksi jual beli, baik melalui media sosial atau e-commerce.

Penipuan dalam transaksi jual beli iniberagam sepertibukti pembayaran palsu, barang yang jauh berbeda dari yang dijanjikan, hingga transaksi bodong atau barang yang tidak kunjung dikirimkan.

Oleh karena itu, penting untuk selalu berhati-hati dan melakukan riset terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi jual beli secara online.

Nah itulah lima teknik penipuan online yang sering terjadidi era digital ini.

So, tetap berhati hati ya sobat Nextren sekalian.

Oh iya, buat kamu yang penasaran denganberita, tips dan trick seputarteknologi lainnya, pantau terus websiteNextren ya!

Editor : Wahyu Subyanto

Sumber : Hukumonline.com

Baca Lainnya