Awas Penipuan Online di Google Maps, Menyamar sebagai Agen Bus!

Jumat, 27 Januari 2023 | 20:00
Geekflare

Ilustrasi penipuan online di platform Google Maps

Nextren.com - Pasca pandemi, modus penipuan online semakin berkembang dan merambah ke banyak platform.

Setelah muncul modus penipuan online di WhatsApp, baru-baru ini netizen digemparkan dengan penipuan online di platform Google Maps.

Penipuan online di Google Maps ini sedikit berbeda, karena mereka tidak menggunakan APK atau link berisi malware untuk menguras rekening pengguna.

Akun Twitter @BisKota_ menuliskan tweet bahwa modus penipuan online baru ini memanfaatkan fitur tanya jawab di Google Maps.

Pelaku penipuan online menebar umpan di fitur QnA Google Maps dengan mengaku sebagai Agen Bus resmi.

Pelaku menargetkan masyarakat yang tengah mencari informasi tentang harga tiket bus melalui aplikasi Google Maps.

Baca Juga: iPhone Kebal Penipuan Online via Aplikasi Cek Resi Kurir, Ini Penyebabnya!

Agar terlihat meyakinkan, pelaku menggunakan nama akun agen bus resmi ketika menjawab komentar dari korban.

Pelaku yang menyamar sebagai agen bus menjawab pertanyaan harga tiket dengan harga tertentu.

Setelah memberi informasi seputar harga bus, pelaku menebar nomor WhatsApp untuk pemesanan.

Namun nomor WhatsApp yang diberikan bukanlah nomor agen bus resmi, melainkan nomor sindikat pelaku penipuan.

@BisKota_
@BisKota_

Pelaku penipuan online menjawab chat dari netizen yang ingin memesan tiket bus

Baca Juga: Curhat Korban Penipuan Online Cek Resi: Saldo BRIMO Ludes dalam 1 Menit

Beralih ke WhatsApp

Setelah korban mengirimkan chat WhatsApp ke pelaku untuk memesan tiket, nantinya korban diwajibkan untuk bayar di muka dengan cara transfer.

Setelah itu, pelaku membawa uang korban tanpa memberikan tiket yang dijanjikan.

Modus penipuan online seperti ini memang tak menguras banyak kerugian dari korban.

Biaya tiket bus sendiri hanya berkisar antara ratusan ribu rupiah dalam satu kali perjalanan.

Kendati demikian, penipuan online dengan modus seperti ini tetap wajib kamu waspadai.

Terapkan prinsip "trust no one" atau jangan percaya kepada siapa pun ketika melakukan transaksi digital.

Selain itu, pastikan kamu selalu melakukan cek dan re-check identitas penjual dan platform yang digunakan untuk bertransaksi.

(*)

Editor : Wahyu Subyanto

Baca Lainnya