Rabu (16/9/2015) siang, pengendara Go-Jek bernama Gunawan (44) sedang berboncengan naik sepeda motor bersama istri, Lestari (36) dan anaknya, Aldo (8).
Mereka hendak pulang ke rumah di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, usai mencairkan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik Aldo di Bank DKI di Warung Buncit.
Sayang, takdir berkata lain. Keluarga kecil itu tak sampai di tujuan. Motor yang dikendarai Gunawan ditabrak oleh bus Kopaja saat hendak berputar arah dari Mampang Prapatan.
Sepeda motor terpental hingga beberapa puluh meter. Gunawan tewas di tempat.
Lilis beserta anak dalam kandungannya yang berumur 8 bulan meregang nyawa setelah sempat dibawa ke RS Jakarta Medical Center, Mampang. Sementara Aldo yang baru duduk di kelas 2 SD dilaporkan masih dalam kondisi kritis.
Gara-gara botol
Kopaja pencabut nyawa keluarga Gunawan tak berada di tempat yang seharusnya. Selain menerobos jalur Busway, trayek bus maut jurusan Kampung Melayu-Ragunan tersebut sebenarnya tidak melewati Jalan Buncit Raya.
Gunawan (44), korban tewas dari kecelakaan tabrakan antara sepeda motor dan Kopaja di Jalan Buncit Raya, Jakarta Selatan siang tadi merupakan salah satu pengendara Go-Jek. Sejumlah pengendara Go-Jek pun menggelar aksi solidaritas di sekitar lokasi tewasnya Gunawan.
Budi Wahyono, sang sopir bus yang sempat diamuk massa usai kejadian, mengaku ketika itu sedang tidak membawa penumpang dan sengaja memotong jalan lewat Buncit.
Menurut pengakuannya, tabrakan terjadi karena pedal rem bus tidak bekerja.
"Sudah coba menginjak rem, tetapi ada botol air yang ngeganjel di pedal rem," kata pria 26 tahun warga Karet Tengsin itu di Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, sebagaimana dilansir oleh Kompas.com
Panik dan bingung usai kecelakaan, Budi berusaha kabur. Tapi ia segera dihadang warga yang marah di sekitar lokasi kejadian.
Diantar pulang