Steve Jobs bisa jadi adalah salah satu manusia paling keras kepala yang pernah dilahirkan di bumi. Tak ada yang akan terlalu ngotot menyangkal bahwa ide Jobs memang mengguncang dunia, dengan iPhone sebagai puncak momentumnya.
Namun, bukan berarti semua sesumbar Jobs yang kerap memerahkan telinga -bahkan juga muka kompetitor- tak lantas bertumbangan satu per satu.
Kehadiran Pencil yang diluncurkan Apple pada Rabu (9/9/2015), adalah salah satu contoh terbaru dari sesumbar Jobs yang tumbang. Stylus untuk iPad Pro ini mendapat sambutan antusias para seniman dan pekerja grafis, sekaligus mengundang gema tawa “tahu sama tahu”.
"Siapa yang mau stylus? Anda harus mengambilnya, menaruhnya lagi, lalu dia hilang. Yuck! Tak ada yang mau stylus. Jadi marilah kita tak pakai stylus," adalah kata-kata fenomenal Jobs saat meluncurkan iPhone pada 2007.
Belum cukup, Jobs menambahkan, “Tuhan memberikan kita 10 stylus (maksudnya jari tangan). Jadi kita tak usah membikin lagi," seperti yang bisa kita simak dari tebaran video di jagat maya maupun tertulis di biografi yang ditulis Walter Isaacson.
Memang, kata-kata Jobs ini merujuk pada telepon genggam yang diluncurkan di tengah puncak pamor perangkat semacam personal digital assistant (PDA) dengan bekal stylus-nya. Ketika itu dia terkesan begitu benci dengan stylus.
Sesumbar berguguran
Toh, Apple akhirnya membuat stylus juga. "Pensil” ala Apple ini hadir di era tablet dan digitalisasi di segala lini, termasuk untuk urusan menggambar.
Dibanderol 99 dollar AS (Rp 1,4 juta) di negara asalnya, pensil mahal ini akan bisa membuat para seniman grafis benar-benar bekerja penuh secara digital dan mobile.
Menggunakan peranti ini diklaim tak beda rasanya dengan menggambar di atas kertas menggunakan pensil. Pegang Pencil tegak lurus, garis tipis akan didapat, sementara miringkan posisi Pencil untuk mendapatkan goresan yang lebih tebal.
Selama ini, produk-produk digital untuk kebutuhan menggambar selalu punya catatan. Meski para pengguna iPad puas dengan kualitas grafis dan gambar tablet ini, tetapi mereka perlu peranti stylus pihak ketiga untuk membuat grafis dan gambar tangan.
Interaksi antara goresan peranti itu dan iPad pun tak responsif, tebal-tipis goresan yang dihasilkan juga tak seperti memakai pensil di atas kertas.
Produk lain yang diakui kualitasnya untuk menggambar laiknya menggunakan pensil dan kertas memang ada. Namun, lagi-lagi punya catatan.