Bingung Biaya Nikah? Aplikasi Lokal Ini Bisa Sediakan Dana

Sabtu, 29 Agustus 2015 | 11:53
Wedlite

Wedlite

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, pernikahan tak ubahnya tahapan sakral. Seyogyanya, mahligai tersebut dijalani hanya dengan satu orang seumur hidup.

Karena direncanakan hanya satu kali, pernikahan dalam budaya timur kerap direfleksikan dengan pesta besar-besaran. Masalahnya, tak semua orang mampu mengeluarkan biaya pernikahan seabrek.

Alhasil, beberapa pasangan memilih menjual aset seperti motor, mobil bahkan tanah untuk menghimpun dana. Bagi yang tak punya aset, akhirnya harus rela menunda pernikahan sembari menabung dalam jangka waktu tak sebentar.

Kegalauan yang lekat dengan masyarakat mayoritas Indonesia ini ingin ditumpas oleh sebuah startup digital bertajuk "Wedlite". Didirikan sejak awal 2015, startup ini beritikad memberi solusi pinjaman biaya pernikahan hingga jangka tiga tahun.

"Kami ingin mengeliminasi kekhawatiran keuangan bagi pasangan muda yang ingin menikah," kata pendiri Wedlite, Abraham Viktor, saat mengunjungi kantor Nextren beberapa waktu lalu.

Bisa cepat dan praktis

Diharapkan, tak ada lagi pasangan yang harus menggadaikan aset atau menunda pernikahan hanya karena kurang dana. Pengajuan pinjaman pun dikatakan lebih mudah karena semuanya dilakukan secara online lewat situs resmi Wedlite.

Pertama-tama, pelamar pinjaman diminta mendaftar dan mengisi formulir online. Adapula dokumen-dokumen yang perlu disertakan. Antara lain KTP, Kartu Keluarga, PBB (bila ada), slip gaji, buku tabungan tiga bulan terakhir dan BPKB mobil atau motor.

"Untuk isi formulir itu paling cuma butuh waktu 5 hingga 10 menit. Nggak perlu lewat birokrasi berbelit," Abraham berujar.

Sebagai jaminan pinjaman, ada tiga tipe aset yang bisa kamu ajukan. Yakni mobil, motor dan bangunan (rumah atau ruko). Kamu juga bisa menentukan besar pinjaman tanpa ada batasan angka.

Lama pinjaman bisa kamu tentukan, asal tak lebih dari tiga tahun. Setelah itu, Wedlite akan merumuskan cicilan per bulan yang harus kamu bayar sesuai dengan besar dan lama pinjaman.

Wedlite mematok suku bunga sekitar 1 persen. Jika formulir online sudah rampung, kamu cukup menunggu panggilan dari tim surveyor Wedlite.

Tim itu akan menghubungi kamu untuk mengatur jadwal survey. Segera setelah melewati tahapan ini dan kamu dinyatakan lulus survey, dana bakal cair melalui formulir pencairan di situs Wedlite.

"Pinjaman KTA saya hanya dicairkan Rp 10 jutadari Rp 80 juta yang saya ajukan. Lalu Wedlite mencairkan 100 persen dari jumlah yang saya minta hanya dalam dua hari," begitu testimoni seorang salesman bernama Rahmat.

Pinjaman pasca menikah

Setelah Wedlite, Abraham pun kini mengembangkan Taralite. Visi kedua startup sama, yakni memberi solusi pinjaman untuk tujuan hidup masyarakat yang membutuhkan dana besar.

Bedanya, Taralite berfokus memberi pinjaman pada tahapan pasca menikah. Misalnya untuk istri melahirkan, renovasi rumah, pendidikan anak, umroh dan kredit usaha.

"Habis menikah kebutuhan dana besar belum selesai. Bahkan baru dimulai. Nah makanya ada juga Taralite," Abraham menjelaskan. Mekanisme pendaftaran, survey, hingga pencairan dana pada Taralite juga serupa dengan Wedlite.Wedlite dan Taralite setidaknya menunjukkan usaha mendatangkan solusi untuk salah satu kegalauan masyarakat Indonesia. Dalam pengembangannya, Wedlite saat ini diinkubasi oleh Global Enterpreneurship Program Indonesia (GEPI) yang didirikan Ciputra.Selain menikah, tentunya masih banyak kegalauan-kegalauan masyarakat yang lain. Mungkin kamu bisa punya ide penyelesaiannya?

Editor : Oik Yusuf

Baca Lainnya