Ahli Keamanan Ungkap Bahaya Deep Web sebagai Persembunyian Teroris

Rabu, 20 Juli 2022 | 19:53
kolase

Ilustrasi penggunaan Deep Web untuk terorisme

Nextren.com -Bahaya deep web tak hanya berkutat pada peredaran barang dan konten ilegal.

Bahaya deep web juga dapat dikaitkan dengan persolan jaringan terorisme global.

Pada 2017 lalu, ahli keamanan asal Hoover Institutionmembahas detailbahaya deep web terkait terorisme cukup tinggi.

Dilansir dari Usatoday,teroris menggunakan deep web untuk menghindari pengawasan dari pihak pemerintah.

Baca Juga: Kasus Deep Web Hieu Minh Ngo, Mantan Kriminal Siber Jadi Cybersecurity di Vietnam

Ahli keamanan untuk kebijakan siber di Hoover Institution di Stanford University, Herb Lin menyebutkan bahwa deep web dan dark web manjadi wadah terorisme.

"Ini adalah tempat di ana segala macam kegiatan terlarang bsia terjadi," ujarnya.

"Ini adalah jenis tepat dimana anda akan pergi jika anda ingin membeli senjata," sambungnya.

Dark web dan deep web juga disebut memainkan peran kunci dalam strategi komunikasi teroris secara keseluruhan.

"Salah satu hal yang mereka lakukan adalah saling melatih bagaimana menjalankan semua lalu lintas di ponsel Android mereka melalui dark web sehingga tetap terenkripsi dan tak dapat dibaca oleh penegak hukum," ujar profesor studi cyber di Akademi Militer AS Aaron Brantly.

Aktivitas teroris di deep web ini berpotensi menarik penjelajah awam untuk masuk dalam pengaruh radikalisme.

Maka dari itu, seorang penjelajah deep web harus benar-benar mampu melindungi diri agar tak terperangkap dalam ideologi ekstrim.

Penjelajah deep web tak dapat mengandalkan siapapun kecuali diri sendiri untuk menghindari pengaruh terorisme.

(*)

Editor : Wahyu Subyanto