Realme Buka-Bukaan Kondisi Pasar Penjualan Selama Tahun 2020 di Tengah Pandemi

Jumat, 09 Oktober 2020 | 17:00
Fahmi Bagas

Palson Yi, Marketing Director realme Indonesia dalam acara Biz Talk with realme (9/10).

Laporan wartawan Nextren, Fahmi Bagas

Nextren.com - Pandemi telah terjadi kurang lebih sekitar delapan bulan.

Kondisi itu pun tentunya berpengaruh pada roda perekonomian di sejumlah segmen bisnis, tak terkecuali smartphone.

Mengenai hal tersebut, realme sebagai salah satu merek dagang ponsel di Indonesia pun mengungkap kondisi perusahaan selama tahun 2020.

Baca Juga: Spesifikasi Realme Narzo 20A dan Narzo 20 Dibocorkan, Rilis Minggu Depan

Informasi tersebut dibeberkan dalam acara virtual bertajuk "Biz Talk with realme" yang diadakan pada hari Jumat (9/10).

Palson Yi, selaku Marketing Director realme Indonesia, mengatakan, "Kita tahu di tahun ini sudah memasuki kwartal empat (Q4), maka dari itu kita ingin kasih update dan apa saja yang kita lakukan di Q4 nanti."

Yi menyebutkan kalau realme Indonesia telah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2019.

Dari data yang ditampilkan, terlihat kalau penjualan produk realme di kwartal pertama (Q1) telah mencapai persentase 14,5 persen.

Pencapaian tersebut merupakan peningkatan yang signifikan.

Sebab di Q1 2019, realme hanya mendapatkan pertumbuhan sebesar 1,4 persen.

Baca Juga: realme 7 dan realme 7i Resmi Masuk Indonesia, Harga Rp 3 Jutaan dengan NFC

Fahmi Bagas
Fahmi Bagas

Data pertumbuhan pangsa pasar penjualan produk realme di tahun 2019 dan 2020.

Lanjut pada kwartal selanjutnya, dimana data realme mencatat kalau perusahaannya mengalami pertumbuhan ke angka 15,4 persen.

"Meski pandemi, Q2 kita tetap mengalami kenaikan dan di Q3, kita tetap meningkat," ujar Palson Yi.

Baca Juga: Penerus Realme Watch Segera Hadir, Sudah Terlihat di Sertifikasi FCC

Data di Q3 untuk pangsa pasar realme di Indonesia menunjukkan angka 16 persen.

Namun Yi menyebutkan kalau hasil tersebut merupakan hasil dari data internal karena belum ada riset luar yang melakukan pendataan tersebut.

Tren positif ini pun diyakini oleh realme akan terus terjadi hingga kwartal empat (Q4) 2020.

Sebab perusahaan mengklaim kehadiran seri-seri ponsel dan ekosistem terbaru realme dapat menjadi faktor peningkatannya.

Baca Juga: Akhirnya Dikonfirmasi, realme 7 Pro Meluncur 14 Oktober Dengan Pengisian Daya 65W Tercepat Saat Ini

Rencananya, realme akan melakukan strategi bisnis 1+4+N.

1 berarti smartphone yang menjadi sektor utama bisnis, 4 untuk produk AIoT seperti smart speaker, smart earphone, smart watch, dan smart TV.

Lalu untuk N adalah penggambaran untuk 8 produk AIoT yang menyasar segmen gaya hidup.

(*)

Editor : Wahyu Subyanto

Baca Lainnya