Kasus Hacking di Twitter Sedang Diselidiki, Targetnya Ada 130 Akun

Minggu, 19 Juli 2020 | 18:30
iStock Editorial

Twitter

Nextren.com -Twitter pada 16 Juli mengalami sebuah kejadian yang tidak diharapkan, beberapa akun bercentang biru diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dari kejadian tersebut, beberapa orang telah dirugikan karena si peretas mengaku membuat penggalangan dana untuk komunitas atau fans terkait Covid-19.

Peretas memberikan sebuah alamat BitCoin wallet yang sudah diklik sejumlah orang dan mengirimkan sejumlah BitCoin juga.

Jumlah yang dikirimkan dari follower akun terkenal tersebut diperkirakan mencapai ratusan ribu dollar.

Baca Juga: Inikah Wujud Asli Dari ROG Phone 3 yang Ketahuan Muncul di Twitter?

Setelah kasus tersebut mencuat, Twitter pun menyelediki kasus ini dan sempat juga untuk me-non aktifkan akun bercentang biru.

Setelah diselidiki, Twitter memberikan update ada 130 akun ditargetkan dan 45 dikompromikan dalam pelanggaran keamanan awal pekan ini.

Twitter mengatakan bahwa penyerang menargetkan karyawan Twitter tertentu melalui skema rekayasa sosial.

dalam konteks, manipulasi yang disengaja orang untuk melakukan tindakan tertentu dan membocorkan informasi rahasia.

Baca Juga: Twitter Tutup Akses Akun-Akun Centang Biru Setelah Kejadian Hacking

Sebuah laporan Motherboard baru-baru ini mengklaim peretas hanya membayar orang dalam Twitter untuk melakukan pekerjaan mereka untuk mereka.

Twitter mengatakan sejumlah kecil karyawan berhasil dimanipulasi, dan kredensial mereka digunakan untuk mendapatkan akses ke sistem internal, melewati perlindungan 2FA.

Dikatakan 130 akun ditargetkan, 45 dari mereka memiliki kata sandi yang disetel ulang, dan para penyerang dapat login ke akun-akun itu dan mengirimkan tweet-tweet yang sama kembali.

Twitter juga yakin penyerang mungkin berusaha menjual nama pengguna akun yang disusupi.

Baca Juga: Twitter Elon Musk, Barack Obama, & Apple Dihack Bagi-Bagi Bitcoin!

Terlebih lagi, Twitter mengatakan ada sekitar 8 akun yang sudah mendownload Your Data Twitter.

Fitur itu hanya bisa digunakan untuk pengguna akun melihat aktivitas mereka dalam media sosial tersebut.

"Kami menjangkau langsung ke pemilik akun mana pun yang kami tahu ini benar, dari delapan akun tersebut bukan termasuk akun verified," ungkap Twitter mengutip Android Central.

Pada Your Data Twitter termasuk riwayat akun, aplikasi dan perangkat, aktivitas, minat dan data iklan, kontak, riwayat Tweet, aplikasi dengan akses ke Twitter Anda, akun yang dibungkam dan diblokir, info profil, Pesan Langsung, dan media.

Baca Juga: Jack Dorsey Bos Twitter, Ikut Program Sumbangan yang Bisa Hidupi 7 Juta Orang

Twitter mengatakan pihaknya terus menyelidiki serangan bersama penegakan hukum.

Platform sosial media itu juga menegaskan kembali bahwa sebagian besar pengguna Twitter tidak terpengaruh oleh insiden tersebut.

Dari 130 yang ada, penyerang tidak dapat melihat kata sandi sebelumnya tetapi mampu melihat informasi pribadi termasuk alamat email dan nomor telepon.

Sedangkan dari 45 yang ada kerusakannya memang tidak begitu jelas, namun bisa saja lebih buruk.

Baca Juga: Samsung TWS Galaxy Buds X Masuk Sertifikat FCC, Bentuknya Mirip Kacang

Twitter mengatakan mereka akan berusaha untuk memulihkan akses ke pemilik akun yang masih terkunci sejak pelanggaran, terutama pengguna yang telah mengatur ulang kata sandi mereka dalam 30 hari terakhir.

Pada akhir update yang diberikan, Twitter meminta maaf kepada pengguna yang terlibat.

(*)

Editor : Wahyu Subyanto

Sumber : android central

Baca Lainnya