Zoom Rekrut Mantan Ahli Keamanan Facebook Untuk Bereskan Kebocoran Data

Kamis, 09 April 2020 | 14:14
Inc.com

Aplikasi video conference yang rawan pencurian data, Zoom

Nextren.com - Aplikasi telekonferensi online sedang marak digunakan oleh para pengguna internet.

Adanya kegiatan work from home membuat kegiatan-kegiatan seperti rapat dan belajar mengajar dilakukan menggunakan aplikasi tersebut.

Salah satu aplikasi yang sedang meroket adalah Zoom Cloud Meetings.

Perusahaan penyedia telekonferensi online ini mecatat bahwa ada peningkatan jumlah pengguna hingga 2,6 juta user baru di seluruh dunia.

Baca Juga: Kominfo Akan Kembangkan Aplikasi Mirip Zoom Sebagai Alternatif WFH

Kekayaan dari CEO Zoom,Eric Yuan juga dikatakan bertambah sekitar 66 triliun Rupiah.

Namun, aplikasi tersebut sedang diterpa isu yang kurang sedap semenjak adanya kebocoran informasi yang terjadi di dalam Zoom.

Saat ini, Zoom dirumorkan telah melakukan kejahatan kepada para penggunanya.

Data pribadi para pengguna Zoom dikatakan bisa diketahui oleh pihak aplikasi.

Selain itu, ada sebuah isu juga bahwa aplikasi tersebut bisa mengakses profil pengguna di aplikasi Linkedin.

Menanggapi hal tersebut, pihak perusahaan telah membuat sebuah solusi baru untuk menyelesaikan rumor adanya kebocoran data pribadi pengguna.

Masalah lain yang sering didapatkan oleh pengguna adalah "Zoombombing" yang merupakan serangan dari orang tidak terkenal dengan cara membajak video konferensi yang sedang berlangsung.

Pembajak tersebut juga dilakukan dengan cara mengirim gambar-gambar porno dan juga ujaran kebencian yang disertai ancaman.

Baca Juga: Bahaya, 15 Ribu Video Rapat Online via Zoom Bocor di Internet

Melansir dari MobileSyrup, Zoom saat ini telah merekrut anggota baru yaitu Alex Stamos.

Stamos merupakan mantan kepala keamanan Facebook yang direkrut oleh Zoom sebagai penasihat perusahaan untuk meningkatkan privasi dan langkah-langkah keamanannya.

Awal perekrutan Stamos bermula pada cuitannya di Twitter yang menyuruh pihak Zoom untuk lebih transparan dan menggelar rencana keamanan dalam 30 hari.

"Zoom memiliki beberapa pekerjaan penting yang harus dilakukan dalam keamanan aplikasi inti, desain kriptografi, dan keamanan infrastruktur, dan saya menantikan untuk bekerja dengan tim teknik Zoom pada proyek-proyek itu," tulis Stamos.

Baca Juga: Awas! Rapat Online Lewat Zoom Jadi Incaran Hacker Curi Data Pribadi

Sejak adanya tweet tersebut, diketahui bahwa CEO Zoom, Eric Yuan langsung menghubungi Stamos untuk memintanya dapat membantu meningkatkan keamanan perusahaan tersebut.

Dengan adanya Stamos di dalam jajaran perusahaan Zoom, diharapkan agar perusahaan dapat menyelesaikan masalah yang saat ini marak terjadi.

Kembali mengutip dari MobileSyrup, salah satu pemegang saham di Zoom dikatakan juga sudah melayangkan sebuah gugatan kepada perusahaan karena adanya masalah tersebut.

Baca Juga: Cara Sederhana Mengatasi Security Bug di Aplikasi Zoom for Windows

Zoom juga sudah menanggapinya dan berjanji akan dengan segeran akan meningkatkan keamanan aplikasinya.

Namun sepertinya perbaikan pada aplikasi Zoom baru bisa terwujud dalam durasi hitungan bulan.

(*)

Editor : Wahyu Subyanto

Baca Lainnya