Robot Polisi Ini Hentikan Pria yang Keluyuran Beli Rokok Saat Lockdown Virus Corona

Rabu, 08 April 2020 | 16:30
(AFP via BBC)

Inilah PGuard. Robot polisi yang diterjunkan pemerintah Tunisia untuk menyukseskan lockdown virus corona

Nextren.com - Seorang pria di Tunisia dihentikan oleh robot polisi ketika sedang membeli rokok di tengah lockdown virus corona.

Dari video yang viral di Twitter, nampak pria mengenakan jaket berwarna hijau diberhentikan oleh unit "robocop" bernama PGuard.

Oleh robot polisi itu, si lelaki ditanyakan apakah dia tahu bahwa saat ini tengah berlangsung lockdown.

Pria itu menjawab bahwa dia hendak membeli rokok.

Baca Juga: Robot Kebal Virus dan Anti Lelah di Italia Ikut Bantu Staf Medis Merawat Pasien Covid-19

"Baiklah. Belilah rokok Anda, Tetapi ingat, pergilah secepatnya dan segera pulang." Demikian suara yang keluar dari robot itu.

Dilansir BBC Jumat (3/4/2020), penegak hukum menerjunkan robot di Tunis, ibu kota Tunisia, untuk memastikan masyarakat mematuhi karantina.

Unit PGuard itu akan berkeliling dan menghentikan orang yang ketahuan berjalan di tempat sepi.

Menanyakan mengapa mereka keluar rumah.

Baca Juga: Canggihnya Robot Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Ini, Bisa Dikendalikan Jarak Jauh Hingga 1,5 Km

Setelah itu, mereka diharuskan menunjukkan kartu identitas atau dokumen, sehingga polisi yang berpatroli bisa mengawasi mereka.

Keputusan tersebut dibuat setelah Tunisia berada di pekan kedua karantina massal, dengan jumlah korban infeksi virus corona mencapai 495 orang.

Setiap orang diharuskan tinggal di rumah.

Mereka baru diperbolehkan keluar untuk keperluan seperti membeli makanan atau berobat.

Baca Juga: Berbentuk Bola, Robot Dari Samsung Ini Siap Jadi Asisten Rumah Tangga

Bagaimana cara kerja robot itu?

Tidak dijelaskan berapa unit PGuard yang sudah disebar oleh Kementerian Dalam Negeri Tunisia untuk mengawasi pelaksanaan lockdown.

Enova Robotics selaku produsen PGuard menolak menyebutkannya dengan alasan rahasia.

Mereka juga tak bersedia membeberkan harganya.

Berbentuk seperti kendaraan lapis baja, PGuard dilengkapi kamera penangkap suhu tubuh dan teknologi Lidar (deteksi cahaya dan jangkauan).

Baca Juga: Daisy, Robot 18 Meter Buatan Apple yang Bisa Pisahkan 14 Jenis Mineral di Limbah iPhone Bekas

Teknologi itu bekerja seperti radar.

Namun PGuard tidak menggunakan gelombang radio.

Sebagai gantinya, mereka memakai sinar.

Kementerian dalam negeri sebelumnya sudah mengunggah kebijakan futuristik ini di Facebook untuk memastikan publik menaati peraturan.

Sejumlah kalangan terbelah.

Ada yang positif menerimanya.

Baca Juga: Gawat! Beberapa Pekerjaan Ini Terancam Hilang Karena Kehadiran AI dan Robot

Ada juga yang mengklaim PGuard bergerak "terlalu lambat" sehingga tidak efektif.

Sebelum virus corona menyebar, Chief Sales Officer Radouhane Ben Farhat menerangkan klien Enova merupakan perusahaan swasta.

Perusahaan yang bermarkas di kota pesisir Sousse itu mengatakan, mereka kini juga memproduksi robot yang fokus pada pelayanan kesehatan.

Nantinya, benda mekanis itu akan memberikan diagnosa tahap awal mengenai keluhan calon pasien, dan rencananya diterapkan di rumah sakit di Tunis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul"Hendak Beli Rokok di Tengah Lockdown Virus Corona, Pria Ini Dihentikan Robot Polisi" Penulis : Ardi Priyatno Utomo

Editor : Wahyu Subyanto

Baca Lainnya