Saat Digitalisasi Mengubah Pola Konsumsi Masyarakat

Rabu, 30 Oktober 2019 | 20:20

Ilustrasi Belanja Online

Nextren.com - Seberapa jauh dunia digital mengubah perilaku masyarakat Indonesia?

Ternyata perlahan tapi pasti, pola konsumsi masyarakat Indonesia memang telah berubah.

Berdasar data dari DBS Group Research, pola konsumsi masyarakat kini sudah bergeser seiring dengan kemudahan digital.

Kemudahan bertransaksi bagi konsumen menjadi peluang tersendiri bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan para pelaku bisnis ritel untuk meningkatkan penjualan.

Baca Juga: Menteri Perdagangan Ajak Ibu-ibu Belanja Produk Lokal di e-Commerce

DBS
DBS

Pergeseran pola konsumsi masyarakat

Di bidang ritel, konsumsi masyarakat meningkat berkat penjualan online.

Peluang digital tersebut dimanfaatkan oleh pelaku industri dan UMKM untuk meningkatkan penjualan.

Kemudahan bertransaksi dan berbelanja secara online menjadi daya tarik utama bagi masyarakat untuk berbelanja, terutama banyaknya penawaran menarik berupa potongan harga.

Lebih lanjut lagi, bersamaan dengan Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS), menjadi kesempatan bagi perusahaan ritel untuk mendorong penjualan melalui platform online.

Baca Juga: Troli, Startup Belanja Online Warung Sebelah Milik Liliyana Natsir Sang Juara Dunia Bulutangkis

Pengeluaran rumah tangga di bidang transportasi dan komunikasi masyarakat meningkat dari 5.04% di tahun 2017 menjadi 6.14% (tahun 2018).

Pengeluaran masyarakat untuk restoran dan hotel juga meningkat dari 5.32% di tahun 2017 menjadi 5.85% (tahun 2018).

Sementara pengeluaran untuk makanan dan minuman selain di restoran malah menurun dari 5.36% di tahun 2017 menjadi 4.81% (tahun 2018).

Peningkatan drastis terjadi di konsumsi sektor retail yang didongkrak oleh maraknya e-commerce seperti tokopedia, Bukalapak, Shopee dan lainnya.

Baca Juga: Marak Belanja Online dan Aplikasi, Tahun Ini Bisnis Internet di Asia Tenggara Mencapai Rp 1400 Triliun

DBS
DBS

e-commerce dongkrak konsumsi sektor retail

Contohnya penjualan pakaian dan alas kaki yang baru senilai Rp 1,021 triliun di tahun 2014, melonjak menjadi Rp 7,233 triliun di tahun 2018.

UMKM Mulai Manfaatkan Peluang Digital

Besarnya potensi di dunia digital ini ternyata mulai dimanfaatkan oleh pengusaha kecil menengah (UMKM).

Mereka mulai menggunakan e-commerce dan media sosial untuk penjualan dan pemasaran produknya.

Pengusaha UMKM ini juga memakai strategi omni-channel untuk meningkatkan sinergi anatar toko offline yang sudah ada dengan toko online.

Sementara itu, event khusus yang dibuat oleh e-commerce besar dimanfaatkan pengusaha UMKM ini, seperti lewat program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) di bulan Desember.

Editor : Wahyu Subyanto

Baca Lainnya