Ini Rahasia Realme Bisa Mengancam Xiaomi Hanya Kurang Dari 1 Tahun di Indonesia

Jumat, 18 Oktober 2019 | 17:10
way

realme 5 pro tampak belakang

Nextren.com -Sebagai pemain baru, Realme yang mulai memasuki pasaran Indonesia menjelang akhir tahun lalu, layak dicermati langkahnya.

Pasalnya, nyatanya sub-brand Oppo dari China itu sudah bisa merangsek ke urutan 5 besar di Indonesia.

Data dari firma riset pasar Counterpoint dalam laporan terbarunya untuk kuartal kedua 2019, Realme berhasil menggeser Asus yang kini berada di urutan keenam.

Kini pasar smartphone Indonesia dikuasai oleh pabrikan China, yaitu Realme (no 5), Xiaomi (no 2), Oppo (no 3), dan Vivo (no 4).

Baca Juga: Dari 49 e-commerce Aktif di Indonesia, 409 Juta Kunjungan Sebulan Disedot 5 Marketplace Ini

Pangsa pasar gabungan dari keempat pabrikan ponsel China tersebut di Indonesia mencapai 55 persen.

Sementara Samsung masih berada di urutan 1 dengan market share 27 persen.

Realme, perusahaan spin-off dari Oppo yang dipimpin oleh mantan VP Oppo, Sky Li, adalah salah satu pendatang baru di dunia smartphone yang lekas menonjol.

Hanya dalam waktu setahun dari kuartal II-2018 hingga kuartal II-2019, Realme berhasil masuk 10 besar pabrikan ponsel pintar dunia, dengan pangsa pasar 1,3 persen persen, menurut data firma riset pasar Counterpoint Research.

Baca Juga: Hape Terbaru Samsung Dengan Kamera Dalam Layar Sudah Mulai Diproduksi

Dalam periode tersebut, jumlah pengapalan smartphone Realme naik drastis, yakni 848 persen, dari mulanya hanya sekitar 500.000 unit menjadi 4,7 juta unit.

Ada apa di balik kesuksesan Realme?

Perusahaan yang baru berdiri independen -bukan lagi sub-brand Oppo -pada pertengahan 2018 itu dikenal sangat cepat dalam menelurkan model smartphone baru dan memasarkannya.

Realme kini menawarkan tak kurang dari 17 model smartphone yang dijual di 20 negara di seluruh dunia.

Aneka ponsel tersebut mengisi berbagai rentang harga, mulai dari bawah hingga menengah.

"Salah satu filosofi utama kami adalah memberikan produk terbaik di kelasnya untuk tiap segmen harga," ujar kepala Realme India, Madhav Sheth, kepada Android Authority, Rabu (16/10/2019).

Baca Juga: Bocoran Motorola Moto G8 Plus Muncul, Dibekali Baterai 4.000 mAh

(Counterpoint)
(Counterpoint)

Ranking 5 besar pabrikan smartphone teratas di Indonesia pada kuartal kedua 2019, menurut firma riset pasar Counterpoint

Dibantu Oppo

Menurut Shev, tim Realme memang sengaja agresif dalam menggelontorkan model baru di pasaran dengan waktu turn-around yang sangat singkat.

Tiap ponsel anyar dibekali dengan fitur dan spesifikasi yang lebih mumpuni dibanding pendahulunya.

"Dari konsep hingga peluncuran (ponsel baru), saya kira waktunya sekitar 90 hingga 120 hari," kata Sheth.

Salah satu alasan Realme bisa terus membikin produk baru dengan cepat adalah posisinya yang menguntungkan sebagai spin-off Oppo, yang sama-sama bernaung di bawah perusahaan induk BBK Electronics.

Baca Juga: Android 10 Akan Tingkatkan Kemampuan Keamanan Face Unlock di Samsung

Alih-alih mesti memulai dari nol seperti pemain yang benar-benar baru, Realme pun mewarisi beragam fasilitas dan teknologi yang sudah dibangun lebih dulu oleh Oppo.

Misalnya saja, antarmuka sitem operasi Color OS bikinan Oppo yang juga dipakai di ponsel-ponsel Realme, dengan sedikit penyesuaian.

Begitu pula dengan teknologi fast charging Super VOOC.

Sheth pun mengakui hal ini.

"Kami (Realme dan Oppo) memang berbagi banyak sumber daya, termasuk dalam hal produksi, kontrol kualitas, dan lain-lain."

"Tapi kami juga punya tim sendiri untuk mengembangkan fitur yang diinginkan pengguna Realme," tuturnya.

Baca Juga: 5 Manfaat Bekerja di Perusahaan Start-Up Yang Tidak Didapat di Perusahaan Besar

Incar pasar online

Meski satu payung, Realme dan Oppo mengincar "kue" yang berbeda di pasaran.

Oppo fokus ke pasaran lewat retail offline di gerai-gerai, terutama di negara berkembang macam Indonesia dan India.

Sementara, realme lebih mengincar jalur online.

Sheth menerangkan bahwa Realme melihat peluang di pasaran online.

Setelah Lenovo dan Motorola hengkang, ada celah di pasar yang mengundang untuk diisi.

Baca Juga: Face Unlock Google Pixel 4 Bermasalah, Bisa Dibuka Meski Mata Tertutup

"Kami mengamati bahwa ada kekosongan besar di produk-produk yang ditawarkan secara online. Konsumen mencari pilihan yang lebih banyak," kata Sheth.

Realme turut menyesuaikan desain perangkatnya agar lebih menarik bagi konsumen muda yang dibidiknya.

Warna-warna bergradasi menghiasi punggung ponsel, bahan plastik polikarbonat di seri Realme 5 pun kini berganti jadi logam dan kaca di Realme X dan Realme XT.

Produk-produk Realme biasanya mengisi segmen harga menengah dan entry level dengan kisaran harga di bawah 300 dollar AS (Rp 4 jutaan).

Namun ke depannya, Realme berencana melebarkan sayap ke pasaran menengah-atas, dengan kisaran banderol smartphone mencapai 600 dollar AS (Rp 8 jutaan) untuk mengisi lebih banyak segmen harga.

Baca Juga: Jennifer Aniston Dapat 8,6 Juta Followers Dalam Sehari, Rekor Baru di Instagram!

Mengancam Xiaomi

Kiprah Realme yang cemerlang di pasaran tak pelak mengusik pabrikan lain, terutama Xiaomi yang mengincar segmen harga serupa, dan juga banyak mengandalkan jalur pemasaran online.

Di Indonesia, menurut laporan firma pasar IDC, Realme bahkan sudah menggerus pangsa pasar Xiaomi.

Realme berhasil masuk ke lima besar pabrikan smartphone Tanah Air pada kuartal II-2019, kurang dari setahun setelah debut di pasaran.

"Spesifikasi dan desain produknya (Realme) lebih kompetitif dibanding yang ditawarkan oleh Xiaomi, sehingga konsumen banyak yang beralih ke Realme," ujar analis IDC Indonesia, Risky Febrian.

Baca Juga: Yahoo Groups Akan Resmi Ditutup 14 Desember, Semua Konten Dihapus

Risky memaparkan bahwa tahun ini Xiaomi tidak melepas banyak model smartphone baru, sehingga memengaruhi kondisi pasarnya.

Sementara, Realme lebih aktif menggempur pasar.

Lalu ada masalah kelangkaan produk, sehingga ponsel Xiaomi terkenal sering "gaib", alias sukar dicari di pasaran.

Kalaupun ada, harganya kerap sudah melambung, karena ada permainan harga dari pedagang yang memanfaatkan kelangkaan.

Di Indonesia, produksi Xiaomi ditangani oleh pabrik Sat Nusapersada di Batam.

Realme diketahui memproduksi ponselnya di pabrik Oppo di Tangerang.

Baca Juga: Ini Kecepatan Internet yang Dianjurkan Untuk Main Streaming Game di Skyegrid

Dulu-duluan 64 megapiksel

Persaingan Realme dan Xiaomi belakangan makin memanas, terutama menyangkut produk baru dari seri Realme XT dan Redmi Note 8 Pro yang sama-sama mengunggulkan kamera 64 megapiksel sebagai fitur utama.

Realme XT diperkenalkan dalam waktu hampir berbarengan dengan Redmi Note 8 Pro.

Kedua pihak saling mengklaim produknya sebagai ponsel pertama dengan kamera 64 megapiksel.

Tanggal peluncuran kedua smartphone di Indonesia pun berdekatan.

Xiaomi sudah memperkenalkan Redmi Note 8 dan Redmi Note 8 Pro ke konsumen Tanah Air pada 17 Oktober 2019, sedangkan Realme XT akan menyusul 23 Oktober 2019, hanya beberapa hari setelahnya.

Baca Juga: 5 Manfaat Bekerja di Perusahaan Start-Up Yang Tidak Didapat di Perusahaan Besar

Baik Xiaomi maupun Realme sama-sama berupaya membangun hype alias antusiasme publik atas produk masing-masing.

Awal pekan ini, misalnya, sejumlah YouTuber beken berbarengan merilis video soal Realme XT.

Di sisi lain, Xiaomi mengirimkan undangan acara peluncuran Redmi Note 8 berupa foto raksasa berukuran 3 x 2 meter, untuk menonjolkan resolusi kamera 64 megapiksel yang bisa dicetak seukuran itu.

Xiaomi pun di sisi lain juga berupaya menekankan bahwa Redmi Note 8 Pro merupakan ponsel 64 megapiksel pertama di kanal-kanal media sosialnya.

Meski tanggal peluncurannya memang lebih dulu, namun masih perlu dilihat ponsel mana yang akan pertama dirilis atau tersedia di pasaran, apakah Redmi Note 8 Pro atau Realme XT?

Bagaimana pula dengan stok produknya nanti?

Rivalitas antara Realme dan Xiaomi yang makin kentara ini menarik untuk diamati.

Pada akhirnya, persaingan inovasi dan harga para pemain di pasaran bakal menguntungkan satu pihak.

Siapa lagi kalau bukan kita, para konsumen pencinta gadget.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Analisis di Balik Pesatnya Realme hingga Kini Mengancam Xiaomi"Penulis : Oik Yusuf

Editor : Wahyu Subyanto

Baca Lainnya