Google Diklaim Lakukan Diskriminasi Terhadap Karyawannya yang Hamil

Selasa, 06 Agustus 2019 | 12:00

Google Diklaim Lakukan Diskriminasi Terhadap Karyawannya yang Hamil

Laporan Wartawan Nextren, Wahyu Prihastomo

Nextren.com -Kabar kurang menyenangkan datang darin kantor pusat Google.

Sebuah pesan yang sedang viral menyebutkan kalau Google melakukan tindak diskriminasi terhadap karyawannya yang sedang dalam kondisi hamil.

Pesan memo itu diviralkan langsung oleh seorang mantan karyawan Google yang mengalami diskriminasi ini.

Memo berjudul "I'm Not Returning to Google After Maternity Leave, and Here is Why" (Aku Tidak Kembali ke Google Setelah Cuti Hamil, dan Inilah Alasannya) tersebut kabarnya sudah dibaca oleh puluhan ribu orang.

Baca Juga: Induk Perusahaan Google Jadi Perusahaan Paling Tajir di Dunia Kuartal Ini, Kekayaannya Rp 1.665 triliun

Disebutkan kalau karyawan ini mendapat hinaan dari sang manajer karena sedang hamil.

Bukan cuma itu, sang manajer juga memberikan komentar negatif setelah anaknya lahir.

Ia juga menceritakan kalau sikap sang manajer berubah secara drastis segera setelah ia mulai hamil besar.

Misalnya, manajer jadi lebih sering marah, menolak proyek, diabaikan saat rapat, sampai dipermalukan di depan umum.

Baca Juga: Meski Diancam Trump, Prancis Tegas Akan Pajaki Perusahaan Teknologi Google Facebook cs

Yang paling buruk adalah, sang manajer menyebarkan kabar bohong tentang dirinya sampai diketahui banyak pihak di kantor.

Bukan cuma itu, karyawan yang sedang hamil ini juga diminta mengambil cuti hamil lebih cepat karena dinilai menghambat pekerjaan.

Diskriminasi ini bisa jadi masalah serius karena semuanya sudah memiliki aturan hukum yang jelas.

Mengutip Engadget, sebenarnya Google sudah pernah memiliki sejumlah masalah diskriminasi.

Baca Juga: Google Bayar Denda Rp 154 Miliar Akibat Memecat Dengan Alasan Usia

Pertama, Google baru-baru ini membayar denda karena menolak pekerja dengan alasan usia.

Kedua, 3 orang karyawan wanita menuntut Google karena dinilai memberikan posisi dan gaji yang lebih rendah kepada karyawan wanita.

Terakhir, ribuan karyawan mengundurkan diri dengan alasan ketidaksetaraan upah dan kesempatan yang didapat.

Baca Juga: Google Tawarkan Ratusan Juta Rupiah untuk Cari Bug di Google Chrome

(*)

Editor : Wahyu Subyanto

Baca Lainnya