Habis Razia, YouTube Hapus Puluhan Juta Video yang Langgar Aturan

Minggu, 16 Desember 2018 | 19:55
marketingweek.com

Youtube

Laporan Wartawan NexTren, David Novan Buana

NexTren.com - Sebagai penyedia streaming video terbesar di dunia, YouTube menjadi tempat yang berpotensi menyimpan konten berbahaya untuk penontonnya.

Bukan hanya konten porno, bahkan kekerasan, kebencian, dan juga kekerasan pada anak berusaha untuk masuk ke sana.

Untungnya, YouTube menggunakan tangan besi untuk menegakkan aturan yang dibuatnya, demi terjaganya komunitas yang aman.

Baca Juga : YouTube Bakal Hilangkan Semua Annotation Dari Videonya di Awal 2019

Melalui laporan kwartal ini, YouTube memperlihatkanbetapa efektifnya usahanya untuk membasmi video yang mengandung konten berbahaya.

Video yang dianggapmelanggar aturan langsung dihapus tanpa kompromi, bahkan ketika mereka belum sempat ditonton sama sekali.

Laporan tersebut menyebutkan antara Juli dan September, perusahaan layanan video ini telah berhasil menghapus 7,8 juta video, hampir 1,7 juta channel, dan juga lebih dari 224 juta komentar.

Semuanya mengandung beragam jenis pelanggaran, mulai dari kekerasan, spam, mengandung unsur rasis, kekerasan terhadap anak, porno, dan masih banyak lagi.

Begitu banyaknya video yang terjaring bisa terlaksana berkat perpaduan antara sistem AI dengan Machine Learning dan juga reviewer manusia.

Teknologi penyaringanberbasis AI yang mulai diterapkan pada 2017 tersebut, dikombinasikan dengan reviewer video manusia yang terlatih dengan baik membuat penegakan aturan menjadi sangat cepat.

Dari 7,8 juta video yang terjaring, 81% terdeteksi oleh AI dan 74,5% dari video tersebut tidak sempat ditonton siapapun ketika tertangkap.

Baca Juga : Suka Review Mainan, Bocah 7 Tahun Raup Rp 314 Miliar dari YouTube

Setidaknya3/4 dari video tersebut adalah spam, sementara 10% berisikan konten dewasa dan kekerasan pada anak;hanya 0,4% dari video tersebut berisikan kekerasan dan ekstrimis.

Channel juga tidak luput dari razia yang dilakukan YouTube, dan mereka hanya dihapus setelah mendapatkan tiga kali peringatan karena melanggar aturan.

Sebanyak 80% dari 1,7 juta channeldihapus karena mempromosikan spam; sementara 12% darinya karena berisikan konten dewasa dan 4,5% karena kekerasan terhadap anak.

Karena penghapusan channel tersebut, setidaknya 50,2 juta video ikut terhapus pula, sehingga setidaknya pada kwartal ini YouTube telah menghapus lebih dari 57 juta video.

Komentar yang berisikan spam jutatidak luput dari pembersihan tersebut, dan jumlahnya mencapai 224 juta komentar.

Menariknya, sebanyak 99,5% dari komentar yangdihapustertangkap oleh sistem otomatis yang ditenagai oleh AI, memperlihatkan betapa efektifnya sistem tersebut dibandingkan tenaga manusia.(*)

Editor : Kama

Sumber : Engadget, Reuters

Baca Lainnya