Bayangkan saja jika kita sedang bermain Mobile Legend, tiba-tiba ada telpon masuk. Maka game akan terputus, dan kita harus menerima hujatan dari anggota tim kita yang lain. Namun, dengan Game Mode ini, semua itu hanya ada di masa lalu.
Kamu juga bisa berkaraoke ria dengan fitur Pocket Karaoke. Sayangnya, saat ini fitur ini baru terhubung ke WeSing saja yang tidak terlalu banyak digunakan di Indonesia.
(BACA: 3 Dampak Negatif Wifi yang Perlu Kamu Tahu, Jangan Berlebihan Ya)
Kekurangannya
1. Kamera belakang yang hanya 13MP dan 2 MP
Untuk ukuran hape dengan harga 4 juta, rasanya kamera belakang harusnya menjadi andalan. Namun, kamera belakang Vivo V9 hanya mengusung satu kamera 13 Megapixel dan satu kamera telephoto 2 Megapixel.
Teorinya, kedua kamera belakang ini akan lebih baik dalam menampilkan efek High Dynamic Range (HDR) untuk efek bokeh dan pemandangan. Namun, karena ukuran salah satu kameranya hanya 2 Megapixel dan aperture fix di f/2.0, maka hasilnya tidaklah terlalu istimewa.
Maka jika kamu lebih banyak menggunakan kamera smartphone untuk mengabadikan gambar, maka Vivo V9 kurang tepat untukmu.
Di era di mana semua produsen berlomba-lomba untuk menghadirkan kamera belakang yang terbaik, hal ini cukup mengganggu.
2. Prosesor yang lebih kecil dari Vivo V9 di luar negeri
Sayangnya, keputusan Vivo Indonesia untuk menyematkan prosesor Snapdragon 450 bisa menjadi pisau bermata dua. Jika di luar negeri, Vivo V9 itu menggunakan prosesor Snapdragon 625 yang lebih tinggi, tidak demikian halnya dengan di Indonesia yang menggunakan prosesor di kelas bawahnya.
Meskipun penggunaan prosesor tersebut membuat baterai menjadi lebih irit, namun kekuatan prosesing dari hape ini juga tidaklah sekuat hape dengan harga 4 juta dari brand lain.
Saat ingin bermain game, kualitas gambarnya juga tidak bisa dalam kualitas tinggi. Meski sudah menggunakan kualitas terendahnya juga kadang terjadi lag.