Social Media Influencer Dituntut Rp 675 Juta Karena Malas Posting di Instagram

Kamis, 01 November 2018 | 18:55
freeform.go.com

Luka Sabbat

Laporan Wartawan NexTren, David Novan Buana

NexTren.com - PerananInfluencer di media sosial saat ini sudah begitu besar, sehinggaperusahaan besar mengandalkan mereka untuk menyebarkaninformasi mengenai produknya.

Namun tidak semua influencer bisa melakukannya dengan sukses, seperti yang terjadi pada Luka Sabbat dan berakhir dengan tuntutan ke pengadilan.

Pasalnya, influencerdi Instagram dengan 1,4 juta follower ini terlalu pasif untuk menyebarkan apa yang seharusnya menjadi tugasnya.

Baca Juga : Saham Snapchat Anjlok 8%, Penyebabnya karena Pengguna Berkurang

Tuntutan pengadilan tersebut dilontarkan oleh PR Consulting Inc. karena menurutnya Luka telah melanggar kontrak sebesar $60 ribu yang telah disetujui kedua belah pihak.

Isi dari kontraknya adalah untuk menyebarkan informasi mengenai produk Snap Spectacle kepada pengikutnya di Instagram.

Jumlah dari post yang diminta juga sebenarnya tidak banyak, hanya tiga Instagram Stories dan satu gambar di akunnya.

Ternyata setelah waktu yang disetujui di dalam kontraknya telah berlalu, Luka hanya membuat satu Instagram Stories.

Post itupun menurut PR Consulting tidak meminta persetujuan terlebih dahulu dari pihak mereka, dan langsung di-post begitu saja.

Rupanya dosanya tidak sampai di situ saja, karena Luka juga telah setuju untuk menggunakan Snap Spectacles, kacamata yang dilengkapi dengan kamera dan terhubung dengan Snapchat, pada acara Fashion Week di Milan dan Paris.

Persetujuan itu juga dilanggar oleh Luka, sehingga PR Consultant langsung menggugat influencer ini dengan pelanggaran kontrak.

Baca Juga : Kini Snapchat Bisa Kenali Muka Kucing Kesayangan Pakai Filter Lucu

Jumlah tuntutan yang diminta dari masalah ini adalah untuk Luka membayar $45 ribu (Rp sekitar Rp 675 juta) yang diberikan sebagai uang muka ketika menandatangani kontrak, ditambah bunga dan tambahan lain karena telah merugikan pihak penuntut.

Walaupun tindak pidana seperti ini baru pertama kalinya terjadi pada influencer Instagram, rupanya seperti yang dilaporkan oleh The Fashion Law, kasus serupa juga pernah terjadi.

Apalagi uang yang dikeluarkan untuk membayar influencer dengan pengaruh besar, sepertiselebriti dan presenter, memiliki jumlah yang sangat besar.(*)

Editor : Wahyu Subyanto

Sumber : Engadget

Baca Lainnya