CEO Razer Peringatkan Harga Laptop Gaming Akan Tambah Mahal di 2022

Senin, 06 Desember 2021 | 17:00
Razer

Ilustrasi bermain game di laptop Razer Blade 17

Nextren.com -Di masa pandemi, kebutuhan masyarakat global terhadap produk elektronik, khususnya laptop gaming semakin tinggi.

Sayangnya, tingginya permintaan masyarakat terhadap laptop gaming disertai dengan peningkatan harga.

Baru-baru ini, CEO Razer Min-Liang Tang memperingatkan bahwa harga laptop gaming akanbertambah mahal di tahun 2022 mendatang.

Baca Juga: Razer Blade 14: Laptop Gaming Tercepat dengan Chip AMD Ryzen 9 5900HX

Min-Lian Tang memberi peringatan seputar kenaikan harga laptop gaming tahun 2022 melalui akun Twitter pribadinya @minliangtang pada 30 November lalu.

Dalam tweetnya, Min-Liang Tang menyebutkan bahwa harga laptop gaming generasi baru akan mengusung harga yang lebih mahal dibandingkan sebelumnya.

Min-Liang Tang juga mengungkapkan bahwa peningkatan harga laptop gaming di 2022 turut berpengaruh terhadap produk laptop gaming seri Razer Blade.

Lantas, apa alasan peningkatan harga laptop gaming di 2022? Simak penjelasan di halaman berikutnya.

Dalam tweetnya, Min-Liang Tang menyebutan bahwa peningkatan harga laptop gaming dipengaruhi oleh pengingkatan harga komponen.

Peningkatan harga komponen laptop gaming sendiri meningkat karena permintaan masyarakat yang tinggi dan pihak supplier tak mampu mengimbanginya.

Salah satu kompinen laptop gaming yang mengalami kelangkaan adalah prosesor (chipset) dan GPU (VGA).

Harga chipset gaming dan VGA gaming yang tinggi membuat vendor laptop gaming turut meningkatkan harga produk mereka.

CEO Razer, Min-Liang Tan

Baca Juga: Perbedaan Laptop Gaming dan Laptop Biasa, Jangan Tertipu Brosur!

Penyebab Kelangkaan Chipset dan VGA

Di masa pandemi COVID-19, kehidupan masyarakat global bertransformasi ke era digital.

Kegiatan ekonomi, sosial, hiburan, pendidikan, dll di masa pandemi COVID-19 membutuhkan alat penunjang seperti smartphone, laptop, PC, laptop gaming, dll.

Karena transformasi terjadi secara mendadak, pihak penyedia komponen chipset dan VGA tak mampu memenuhi permintaan yang masif dari masyarakat global.

Selain itu, tren cyrptomining atau penambangan mata uang cryptocurrency juga meningkat selama pandemi.

Di awal tahun 2021, para penambang crypto memborong kartu grafis atau VGA dalam jumlah besar untuk menunjang aktivitas penambangan.

Hal tersebut mengakibatkan komponen VGA menjadi barang langka.

Golongan konsumen seperti konten kreator dan gamer yang membutuhkan komponen VGA pada akhirnya tak bisa mendapatkan karenamasalah tersebut.

Tetap ikuti Nextren untuk informasi menarik septuar dunia teknologi.

(*)

Editor : Wahyu Subyanto

Baca Lainnya