Data Saudi Aramco Disandera Hacker, Minta Tebusan Rp 700 Miliar

Ilustrasi kilang minyak

Nextren.com - Masalah keamanan data terus mendapat serangan berbahaya dari para hacker.

Pengelola IT perusahaan selalu berkejaran dengan hacker dalam mengamankan data perusahaan.

Kini muncul kabar baru pembobolan perusahaan kaya oleh hacker yang meminta tebusan ratusa miliar.

Saudi Aramco, perusahaan minyak terkaya di dunia saat ini, mengonfirmasi bahwa sejumlah file perusahaan mereka dikuasai oleh hacker, dan meminta tebusan 50 juta dollar AS (sekitar Rp 724 miliar).

Baca Juga: 700 Juta Data Linkedin Berhasil Dijual Hacker, Ada Punya Indonesia?

Menurut keterangan resmi dari Saudi Aramco, data yang bocor tersebut adalah data yang dimiliki oleh perusahaan kontraktor Aramco, alias pihak ketiga.

"Kami memastikan bahwa kebocoran data itu bukan karena pembobolan di sistem kami, dan tidak berimbas pada operasional, perusahaan terus mempertahankan postur keamanan siber yang kuat," tulis pernyataan Aramco, dikutip dari Financial Times, Kamis (22/7/2021).

Menurut laporan, jumlah data yang bocor yang diambil dari kontraktor Aramco mencapai 1 TB, mencakup data tentang lokasi-lokasi penambangan minyak, gaji karyawan, hingga data sensitif milik klien dan karyawan Saudi Aramco.

Yuk lanjut ke halaman berikutnya untuk mengetahui seberapa besarnya data dan jaminan yang diminta hacker.