Gawat! WhatsApp Jadi Aplikasi Dengan Sebaran Link Berbahaya Terbanyak!

Minggu, 18 Juli 2021 | 11:46

WhatsApp Dibajak

Nextren.com - WhatsApp diklaim sebagi aplikasi berbagi pesan online dengan jumlah pengguna paling banyak di dunia dengan catatan sekitar 2 milyar orang.

Namun kondisi tersebut justru membuat WhatsApp menjadi aplikasi dengan sebaran link berbahaya paling banyak menurut hasil riset yang dilakukan oleh Kaspersky.

Perusahaan analis tersebut telah menyurvei sejumlah aplikasi berbagi pesan selain WhatsApp dan melihat seberapa besar penggunaan aplikasi untuk tindak kejahatan digital.

Seperti yang kita tahu bahwa sebaran link berbahaya memang sudah banyak beredar di sejumlah aplikasi berbagi pesan sejak beberapa tahun ke belakang.

Baca Juga: Whatsapp Bakal Blokir Permanen Pengguna Whatsapp GB, Hati-Hati!

Aksi kejahatan itu pun merupakan langkah awal para oknum penjahat untuk bisa mengambil data pengguna dengan metode phising.

Secara detil, riset Kaspersky mencatat kalau persentase penggunaan WhatsApp untuk menyebarkan link berbahaya adalah 86 persen lebih tinggi dibandingkan yang lainnya.

Telegram yang berada di urutan kedua sendiri mencatat persentase 5,6 persen.

Selain itu, dilaporkan juga bahwa ada 91.242 link berbahaya yang beredar di seluruh aplikasi chatting dalam kurun waktu Desember 2020 sampai Mei 2021.

Untuk alasannya, dimungkinkan kalau jumlah pengguna WhatsApp yang mencapai milyaran orang itu lah sebagai penyebab utamanya.

Pasalnya tercatat kalau ada lebih dari 100 miliar pesan yang dikirim melalui WhatsApp setiap harinya.

Baca Juga: Cara Cepat Menghapus Foto dan Video di WhatsApp, Akibat Grup WA Aktif

Lalu negara mana saja yang paling banyak tersebar link berbahaya dari WhatsApp?

Dihimpun dari Kompas yang melansir situs Kaspersky, dinyatakan kalau Rusia sebagai negara yang paling banyak dengan persentase 42 persen.

Lalu diposisi selanjutnya diikuti oleh Brazil (17 persen) dan India (7 persen).

Baca Juga: Telegram dan WhatsApp Kerap Jadi Sarang Fintech Ilegal, Kok Bisa?

Kendati demikian, Brazil dan India menjadi negara yang memiliki jumlah serangan phising yang diterima pengguna paling banyak.

Menurut data riset, terdapat 177 serangan phising yang diterima di Brazil dan 158 untuk di India.

"Data statistik menunjukkan bahwa serangan phising lewat aplikasi perpesan masih menjadi yang paling populer di kalangan penipu," ungkap Senior Web Content Analyst Kaspersky, Tatyana Shcherbakova.

Menurutnya, salah satu faktor tinggi jumlah link berbahaya yang disebat itu karena popularitas platform itu sendiri.

Jadi semakin banyak pengguna aplikasi, maka kecermatan dalam mengidentifikasi pesan yang menyematkan link di dalamnya makin diperlukan setiap pengguna.

Baca Juga: Cara Menampilkan Chat WhatsApp yang Disembunyikan, Mudah Kok!

"Kewaspadaan yang dikombinasikan dengan teknologi anti-phising adalah jara itu untuk memerangi phising di aplikasi," pungkasnya, dikutip dalam situs resmi Kaspersky, Minggu (18/7).

(*)

Editor : Kama

Baca Lainnya