Duh! Niantic Telah Banned Jutaan Pemain Pokemon Go Karena Hal ini!

Jumat, 26 Februari 2021 | 12:45
pokemongolive.com

Pokemon Go

Nextren.com - Lebih dari jutaan pemain game Pokemon Go telah di banned oleh Niantic selaku perusahaan pengembang game ini.

Banned Pokemon Go secara masal terhadap para pemainnya itu terjadi sepanjang tahun 2020.

Selain Pokemon Go, Niantic juga telah melakukan banned kepada pemain dari game lain sepertiIngress dan Harry Potter: Wizards Unite.

Dikutip dari Wikipedia, Pokemon Go sendiri adalahsebuah game berburu Pokemon dengan konsep Augmented Reality (AR).

Baca Juga: Berat Badan Pria Ini Turun 63 Kg Setelah Bermain Pokemon GO Setahun

Game ini merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan Niantic dan Nintendo yang dirilis pada 6 Juli 2016.

Sesuai dengan data di akhir tahun 2020, game yang dapat dimainkan oleh perangkat Android dan iOS inimemiliki lebih dari 45 juta akun pemain yang aktif secara harian.

Namun tidak sedikit dari mereka yang juga terkena sanksi banned dari Niantic karena melakukan hal-hal yang melanggar aturan game ini.

Hal-hal apa saja yang sering dilanggar oleh pemain Pokemon Go?Yuk baca halaman selanjutnya.

Hal utama yang dilarang oleh game ini namun sering dan banyak dilakukan oleh pemain adalah tindakan curang (cheating) menggunakan aplikasi eksternal.

Biasanya, aplikasi tersebut akan mempermudah pemain dalam mengumpulkan Pokemon.

Pemain tidak perlu bersusah payah mencari karena nantinya karakter Pokemon, terutama yang langka akan mereka dapatkan di depan mata mereka.

Baca Juga: Game Moba Baru Pokemon Unite Akan Hadir di Android dan Nitendo Switch

Selain itu, pemain-pemain yang bertindak curang ini biasanya memiliki komunitas tertentu untuk saling berbagi koordinat letak dari Pokemon langka yang mereka cari.

Hal inilah yang membuat Niantic geram dan memutuskan untuk melakukan banned kepada pemain yang bertindak curang.

Sampai saat ini, sudah ada total 5 juta pemain dari Pokemon Go,Ingress dan Harry Potter: Wizards Unite yang di banned oleh Niantic.

Jumlah tersebut diprediksi semakin bertambah seiring dengan komitmen besar Niantic untuk membasmi segala macam tindak kecurangan yang terjadi di game mereka. (*)

Editor : Wahyu Subyanto

Sumber : Eurogamer

Baca Lainnya