Masa Depan Huawei di Pasar Smartphone 2021 Diprediksi Memburuk

Kamis, 07 Januari 2021 | 16:00
cnet.com

Ilustrasi Huawei

Nextren.com -Perusahaan analisis menyebutkan masa depan Huawei di 2021 yang sepertinya memburuk.

Perusahaan analisis atau riset TrendForce menyebutkan Huawei akan turun dari posisi ke-3 di tahun 2020 dan di tahun 2021 menjadi posisi ke-7.

Penurunan ini cukup besar bagi Huawei yang telah dianggap sebagai produsen smartphone teratas di dunia.

Pada tahun 2015, Richard Yu, Head of Consumer Products Unit Huawei membuat suatu ramalan.

Baca Juga: Leakers Bocorkan Informasi Penundaan Jadwal Rilis Huawei Mate X2

Ia mengatakan dalam dua hingga tiga tahun, Huawei akan mengungguli Apple untuk menjadi produsen smartphone terbesar kedua di dunia.

Selain itu, ia menambahkan bahwa dalam lima tahun, Huawei akan mengungguli Samsung untuk menjadi produsen smartphone terbesar di dunia.

Kedua ramalan tersebut benar terjadi, Huawei melewati Apple dan tahun lalu menempati urutan kedua setelah Samsung.

Tahun ini pada kuartal kedua, Huawei juga mengalahkan Samsung dalam waktu yang singkat.

Menurut TrendForce, Huawei pada tahun 2018 berhasil mengirimkan 208 juta perangkat.

Adapun pada tahun 2020 angka itu turun menjadi 170 juta dan diperkirakan akan turun lagi menjadi 45 juta untuk tahun 2021 ini.

Diprediksi penurunan di tahun ini sebesar 73,5 persen, dan ini bisa mengakibatkan Huawei kehilangan sebagian besar pangsa pasar 5G dari 30% di 2020 menjadi 8% tahun ini, juga penurunan 73,3%.

TrendForce mengatakan bahwa pengiriman smartphone global akan meningkat 9% tahun ini menjadi 1,36 miliar unit, rebound dari penurunan 11% produksi smartphone tahun lalu.

Baca Juga: Meski Pesaing, Petinggi Ericsson Minta Pemerintah Swedia Batalkan Blokir 5G Huawei

Enam produsen smartphone teratas tahun ini secara berurutan adalah Samsung, Apple, Xiaomi, Oppo, Vivo dan Transsion.

Enam brand ini akan memberikan 80 persen pengiriman smartphone global tahun ini.

Melansir Phone Arena, Transsion merupakan perusahaan produsen ponsel yang berbasis di Shenzhen, Cina dan populer di Afrika.

Para peneliti juga mengatakan bahwa jumlah ponsel 5G yang diproduksi akan meningkat tahun ini menjadi 500 juta unit dari 240 juta yang dibuat pada tahun 2020.

Brand dari China dapat menghasilkan sebanyak 60% dari ponsel 5G yang diproduksi pada tahun 2021.

(*)

Editor : Wahyu Subyanto

Sumber : Phone Arena

Baca Lainnya