Google Perbaiki Sistem Keamanan Dengan Lima Skema Baru di Layanannya

Selasa, 30 Juni 2020 | 14:30
Fahmi Bagas

Ilustrasi aplikasi Google Phone

Laporan wartawan Nextren, Fahmi Bagas

Nextren.com- Sistem keamanan pada data adalah sesuatu yang sedang menjadi fokus bagi para pengguna internet.

Hal ini dikarenakan maraknya aksi pencurian data pribadi yang telah terjadi di sejumlah platform seperti media sosial ataupun email.

Ya, pencurian data melalui email ini dilaporkan sebagai metode yang paling sering menjerat korban.

Pasalnya, para hacker dengan sengaja menggunakan link palsu yang dikirimkan kepada pengguna.

Baca Juga: Google Cloud Resmi Masuk Indonesia, Saingi Amazon Web Service

Sehingga saat mengklik link tersebut, data pengguna akan secara otomatis masuk ke dalam catatan peretas.

Menyoal hal itu, Google pun sebagai platform yang menyediakan akses surat elektronik Gmail pun melakukan pembaruan sistem.

Hal tersebut disampaikan oleh Greg Fair, selaku Product Manager Google, melalui sambungan telekonferensi pada hari Selasa (30/6).

Ia mengatakan kalau mulai hari ini, pengguna bisa melakukan pengamanan yang lebih tinggi lagi untuk akun Gmailnya dengan beberapa pembaruan fitur.

Cek Keamanan Lewat Pencarian

Pembaruan yang pertama adalah kemudahan bagi pengguna Gmail mengamankan datanya hanya dengan mengaturnya lewat situs pencarian Chrome.

Jadi, pengguna hanya tinggal mengetik kata kunci seperti "Pemerikasaan Privasi Google" atau "Apakah Akun Google saya Aman?".

Setelah itu, Google akan otomatis menghadirkan sebuah kotak yang menujukkan setelan pribadi dan keamanan akun Gmail kamu.

Baca Juga: 5 Cara Agar Lebih Mudah Cari Informasi Penting di Google

Hapus Data Aktivitas Otomatis

Seperti yang kita tahu, Google sudah memiliki beberapa cara untuk mengamankan data penggunanya.

Misalnya saja pada pengaturan privasi yang ada pada layanan Google Mail.

Menyoal keamanan tersebut, akhirnya Google menghadirkan sebuah layanan penghapusan data riwayat secara otomatis.

Penghapusan data rekaman riwayat akan diaktifkan secara otomatis setelah 18 bulan untuk para pengguna baru layanan Google.

Baca Juga: Google Gelar 150 Ribu Pelatihan Cloud Gratis Secara Online untuk di Indonesia

Sedangkan untuk pengguna lama masih dapat memilih opsi hapus otomatis 3 atau 18 bulan.

Tetapi sistem pengaturan default itu tidak akan berlaku untuk produk lain seperti Drive, Photos, dan Gmail yang memang didesain untuk menyimpan konten pribadi.

Aktifkan Mode Samaran

Nah, pembaruan fitur selanjutnya datang pada mode samaran di platform YouTube dan Gmaps.

Dengan adanya pembaruan ini, pengguna diharapkan bisa lebih mudah lagi dalam mengaktifkan mode penyamaran tersebut.

Baca Juga: Inilah 8 Fitur di Google Meet yang Mirip Dengan Zoom, Benarkah Meniru?

Sebenarnya mode ini sudah hadir sejak beberapa tahun lalu, namun proses pengaktifannya yang memerlukan beberapa tahapan membuat pengguna terkadang enggan untuk menggunakannya.

Jadi mulai hari ini, para pengguna YouTube dan Gmaps akan bisa gunakan mode samaran hanya dengan mengklik foto profil yang tersedia di layar.

Kendati demikian, pihak Google menyatakan kalau pembaruan ini baru bisa dinikmati oleh pengguna di IOS saja.

Sedangkan untuk Android baru akan tersedia dalam beberapa waktu ke depan.

Google pun menyatakan sedang bekerja untuk memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan mode tersebut di berbagai aplikasi.

Kontrol Privasi yang Lebih Proaktif

Pembaruan ini juga terjadi pada sistem keamanan yang ada pada layanan Google Mail.

Di mana sistem Google akan melacak terkait jika ada kekurangan data yang bisa menyebabkan pengguna mengalami pencurian.

"Kami akan secara otomatis memberikan informasi yang Anda perlukan untuk mengamankan akun yang terancam risiko," ujar Greg.

Baca Juga: Cara Sambungkan Spotify di Google Maps Tanpa Repot Pindah Aplikasi

Differential Privacy

Skema yang terakhir dilakukan oleh Google adalah penyematan kemampuan differential privacy.

Sistem keamanan ini awalnya digunakan oleh para tenaga medis untuk memetakan wilayah penyebaran COVID-19.

Namun kali ini, Google pun menyematkan sistem tersebut untuk para pelanggannya melalui layanan Gmaps.

Jadi pengguna Gmaps akan mudah mengetahui seberapa ramai lokasi secara real-time.

(*)

Editor : Wahyu Subyanto

Baca Lainnya