Bisnis Hape Samsung Justru Diuntungkan Karena Wabah Virus Corona

Kamis, 20 Februari 2020 | 10:00
Zihan Fajrin

Tampilan Samsung Galaxy S20 Ultra.

Laporan wartawan Nextren, Nicolaus Prama

Nextren.com – Dalam berbagai pemaparan, telah diketahui bahwa Virus Corona membawa dampak cukup besar.

Dalam industri teknologi misalnya, Virus Corona membuat gelaran MWC 2020 batal dan beberapa perusahaan teknologi tak dapat berproduksi.

Hal tersebut dapat terjadi karena sebagian besar perusahaan teknologi bergantung pada produksi komponen di Tiongkok.

Baca Juga: Merugi, Pendapatan Apple Berkurang Karena Virus Corona di Cina

Kasus Virus Corona terbanyak berada di kawasan Tiongkok, membuat negara tersebut menerapkan berbagai aturan ketat guna menghindari tersebarnya Virus Corona.

Bahkan, Apple sebagai perusahaan teknologi asal Amerika Serikat juga terkena dampak Virus Corona.

Sebab, sebagian besar proses produksi Apple, termasuk perakitan berada di Tiongkok.

Tetapi, ternyata ada sebuah perusahaan teknologi yang justru dapat memanfaatkan wabah Virus Corona.

Perusahaan tersebut berasal dari Korea Selatan, Samsung.

Ketika semua perusahaan berbondong-bondong meyakinkan investor bahwa mereka dalam keadaan baik-baik saja, tidak dengan Samsung.

Selama 2 bulan terakhir, Samsung tidak melaporkan adanya kesulitan produksi hingga kelangkaan komponen yang harus digunakan.

Baca Juga: WHO Gandeng Facebook, Google, dan Amazon untuk Cegah Hoax Seputar Corona

Saat ini, pabrik terbesar Samsung berada di Vietnam, jauh dari pusat epidemi Virus Corona, Tiongkok.

Sejak memasuki 2020, Samsung bahkan telah merilis lebih dari 5 model hape.

Galaxy A51, Galaxy A71, Galaxy S20, Galaxy S20+, Galaxy S20 Ultra, hingga Galaxy Z Flip produksi Samsung berhasil rilis di tengah kesulitan produksi teknologi di Tiongkok.

Hape Samsung bahkan menguasai pasar saat ini karena Oppo, Vivo, hingga Xiaomi belum memperkenalkan lebih banyak produk selama 2 bulan ini.

Mengutip Reuters, bila Apple menurunkan target penerimaan kuartal pertama 2020 sebesar 10 pesen dan Huawei 15 persen, Samsung hanya menurunkan target pemasukan sebesar 3 persen.

Sejak menjalankan fasilitas perakitan di Vietnam pada 2009 silam, Samsung secara agresif merakit berbagai jenis hape.

Bila Virus Corona tak kunjung ditemukan vaksinnya, maka Samsung berpotensi menguasai pasar perangkat mobile saat ini.

(*)

Editor : Wahyu Subyanto

Baca Lainnya