Ternyata Teknologi AI Bisa Cegah Bunuh Diri, Hasil Penelitian Monash University

Senin, 17 Februari 2020 | 21:45
PIXABAY/EVGENIT

Ilustrasi bunuh diri

Laporan Wartawan Nextren, Zihan Fajrin.

Nextren.com -Mengatasi kasus bunuh diri yang ada di negara Australia, peneliti asal Monash University melakukan sebuah penelitian.

Penelitian tersebut dilakukan bersama pusat perawatan kecanduan, Turning Point.

Dalam penelitiannya mereka menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk merampingkan data ambulans.

Perampingan data tersebut menimbulkan data terfilter atau terkategori sesuai dengan jenisnya.

Baca Juga: Ternyata Teknologi Virtual Reality Bisa Kurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan

Data kategori yang terfilter yaitu terkait upaya bunuh diri, ide bunuh diri, dan cedera tanpa maksud bunuh diri.

Proyek AI tersebut mendapatkan pendanaan dari Google AI Impact Challenge 2019 sebesar 1,2 juta dolar.

Selama pengembangan proyek, Monash University dan Turning Point juga mendapat mentor, alat dari Google dan termasuk peneliti bidang AI.

Menurut pemimpin proyek Wray Buntine, selaku Profesor Ilmu Data Monesh University ia mengatakan alat tersebut dapat memperkuat dampak keseluruhan proyek.

Baca Juga: Alibaba, Raksasa Teknologi China Masuk Masa Suram Gara-gara Wabah Virus Corona

Pihak Monash University mengatakan catatan klinis dari ambulans sangat penting untuk digunakan sebagai alat informasi upaya pencegahan bunuh diri dalam proyek ini.

Alasannya, karena ambulans sering menjadi titik kontak pertama dalam krisis terkait bunuh diri di Australia.

Melansir ZDNet, dalam mengimplementasikan kecerdasan buatan terdapat sebuah kemungkinan menghapus dua pertiga dari pemrosesan data yang dilakukan.

Tugas tersebut pun dialihkan ke manusia untuk menafsirkan setiap catatan klinis paramedis secara individual.

Baca Juga: Penuh Haru, Saat Teknologi Virtual Reality Bantu Ibu Bertemu Anaknya Kembali yang Sudah Meninggal

Pihak universitas pun berkata penggunakan machine learning menghasilkan data identifikasi dan pengkodean data ambulans terkait bunuh diri dengan tepat waktu dan hemat biaya.

Ia mengatakan hal tersebut lebih baik seperti menginformasikan kebijakan dan respons kesehatan masyarakat untuk pencegahan bunuh diri.

Mengutip Antara, Monash University pun memberikan contoh bagaimana insiden yang dapat merugikan diri sendiri dapat dihubungkan dengan faktor-faktor lain seperti kekerasan, penggunaan narkoba, dan status sosial ekonomi.

Pihak Turning Point pun memberikan pendapat bahwa proyek ini akan mengungkap tren bunuh diri.

Baca Juga: Munculnya Teknologi Semi-Robotic Surgery Untuk Mempermudah Operasi Mata Secara 3D

"Proyek ini akan mengungkap tren bunuh diri dan titik intervensi potensial untuk memberikan informasi yang lebih baik tentang respons kebijakan dan kesehatan masyarakat," kata Dan Lubman, Direktur Turning Point dan Profesor Layanan dan Studi Ketergantungan Monash University.

Dan pun yakin teknologi yang ia kembangkan bisa menciptakan peluang untuk diadopsi secara internasional.

Proyek ini juga berupaya membantu paramedis merespons lebih efektif kemungkinan bunuh diri di Australia.

Monash University pun mengatakan hasil saat ini sedang disampaikan kepada pembuat kebijakan sehingga mereka dapat meningkatkan respons mereka terhadap masalah yang terkait bunuh diri.

(*)

Editor : Wahyu Subyanto

Sumber : ZDNet, Antara

Baca Lainnya