Laporan Wartawan Nextren, Wahyu Prihastomo
Nextren -Buat kalian pencinta Twitter, mungkin fitur Edit Tweet jadi salah satu yang kalian harapkan.
Bayangkan saja, dengan fitur ini kalian bisa menyunting lagi setiap tweet yang sudah kalian tulis kalau saja ada kesalahan dalam penulisan.
Baca Juga: Tagar #NetflixTidakAman Hiasi Twitter, Tetapi Raih 20 Nominasi Oscar
Perlu kalian tahu, fitur ini jadi salah satu fitur yang paling banyak diminta oleh pengguna Twitter di seluruh dunia.
Tapi sampai saat ini Twitter belum juga memberikan fitur ini.
Bukan cuma itu, CEO Twitter Jack Dorsey bahkan sudah menegaskan kalau mereka tidak akan memberikan fitur itu untuk layanan mereka.
Baca Juga: Twitter Membuka Rahasia Selama 16 Tahun, Bahwa Remaja Cantik di Gowa dan Depok Ini Bersaudara Kembar
Pernyataan Dorsey ini dikeluarkan dalam sebuah video Q&A yang dirilis Wired pada hari Rabu, (15/1/2020) kemarin.
Sesuai judulnya, dalam video tersebut Dorsey menjawab sejumlah pertanyaan dari para netizen seputar Twitter.
Salah satu pertanyaan yang paling menyita perhatian adalah pertanyaan seputar ketersediaan edit button atau fitur Edit Tweet.
Melihat pertanyaan tersebut, Dorsey dengan tegas menjawab "Tidak!".
Salah satu netizen menanyakan ketersediaan edit button di tahun 2020
Baca Juga: Kamu Wota Sejati? Coba Buktikan Lewat JKT48 Wrapped 2019 di Twitter
Yap, dari sini bisa dipastikan kalau fitur tersebut tidak akan hadir di Twitter. Atau setidaknya untuk tahun ini.
Bukan tanpa alasan, menurut Dorsey fitur seperti itu memang belum pernah ada sebelumnya di layanan apapun.
Dorsey juga ingin menjaga sejarah Twitter di mana dulu tweet dikirim lewat SMS.
Baca Juga: Menanti Fitur Baru Twitter yang Tidak Jauh Berbeda Dengan Facebook
Begitu pesan atau tweet dikirim, maka semuanya sudah tidak bisa diubah lagi.
Dorsey sebenarnya sadar kalau fitur tersebut bisa sangat berguna untuk kalian yang sering typo supaya bisa memperbaiki tweet kalian.
Tapi ia juga menyadari adanya potensi penyalahgunaan dari fitur ini.
Baca Juga: Jauhkan Pemicu Epilepsi, Twitter Blokir Gambar Berformat PNG
Misalnya adalah mengubah fakta dari sebuah tweet viral yang sebenarnya bermanfaat.
Setelah mendapatkan like dan retweet yang banyak, si pemilik bisa saja mengubahnya menjadi kabar hoax.
Hasilnya pesan yang sudah beredar luas tersebut mendadak berubah menjadi hoax dan bisa merugikan banyak pihak.
Baca Juga: Twitter Himbau Para Pengguna Dengan Android Melakukan Update
Pada dasarnya Dorsey ingin menjaga platform buatannya ini untuk tetap punya manfaat bagi orang banyak dengan mengurangi risiko peyalahgunaan layanannya.
Kalau dipikir-pikir, saat kalian salah membuat tweet, kalian bisa langsung menghapusnya dan membuat tweet baru.
Atau, kalian juga bisa meralatnya lewat tombol Reply yang tersedia.
Jadi, menurut kalian apakah fitur Edit Tweet benar-benar diperlukan? (*)
Baca Juga: Akun CEO Twitter Jack Dorsey Kena Hack, Tulis Tweet Berbau Rasis