Pria di Jepang Ini Ditahan Karena Terlalu Banyak Mengeluh ke CS Operator

Rabu, 04 Desember 2019 | 21:45
gearstd- Adobe Stock/Call Center Helper

Ilustrasi customer service (CS) yang menerima keluhan dari pelanggan.

Laporan Wartawan Nextren, Wahyu Prihastomo

Nextren -Setiap orang pasti pernah kesal saat jaringan seluler yang ada di ponsel mereka mengalami masalah.

Untuk mengatasinya, memberikan laporan ke pihak customer service (CS) operator yang bersangkutan jadi solusi.

Sayangnya, terkadang masalah tidak langsung terselesaikan attau malah jadi semakin buruk.

Kalau sudah begitu kalian pasti akan merasa semakin kesal dan terus menghubungi CS.

Baca Juga: CEO Youtube Ternyata Juga Batasi Anaknya untuk Menonton Youtube

Kekesalan ini rupanya bisa berujung pidana. Baru-baru ini terjadi di Jepang.

Dilansir dari Kompas.com, seorang pria pensiunan asal Kota Kasukabe bernama Akitoshi Okamoto ditangkap setelah mengeluh ke CS sebanyak 24.000 kali.

Di bulan Oktober saja Akitoshi sudah memberikan keluhan sebanyak 441 ke salah satu operator besar di Jepang, KDDI.

Alasannya sederhana, Akitoshi kesal karena ponselnya tidak bisa digunakan untuk menerima siaran radio.

Baca Juga: Sejumlah Dokter Manfaatkan TikTok untuk Mendidik Remaja, Terbukti Berhasil!

Pensiunan berumur 71 tahun ini tercatat sudah memberikan keluhan sebanyak 24.000 kali dalam dua tahun terakhir.

Awalnya pihak KDDI tidak punya niatan melapor karena hal itu masih dianggap wajar terjadi.

Tapi pada bulan Oktober kemarin, 441 keluhan yang cuma datang dari Akitoshi membuat para CS tidak bisa fokus bekerja untuk pelanggan lain.

Baca Juga: Aplikasi Magelang Cerdas, Terintegrasi ke 20 Dinas dan Rumah Sakit

Mau tidak mau, pihak KDDI terpaksa melaporkan Akitoshi dengan tuduhan mengganggu jalannya bisnis.

Lebih parahnya lagi, salah satu CS sempat merima telepon dari Akitoshi yang meminta staff KDDI untuk meminta maaf langsung kepadanya.

"Ayo, ke sini dan minta maaf karena telah melanggar kontrak dan menerapkan bisnis yang tidak benar," kata Akitoshi, seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: Grab Menyurvey Ribuan Orang Tentang Grabwheels, Ternyata Ini Hasilnya!

Kasus ini jadi perbincangan yang cukup hangat di jagad digital Jepang.

Sebagian orang ada di pihak Akitoshi dan menganggap laporan seperti itu adalah hal yang wajar.

Mereka juga menyalahkan KDDI karena gagal memberikan pelayanan yang baik untuk para pelanggannya.

Di sisi lain, banyak juga yang menganggap kalau perilaku Akitoshi ini terlalu berlebihan dan menjurus ke arah teror.

Nah, bagaimana menurut kalian? (*)

Baca Juga: Ini Kampanye SayNoToPrank Untuk Para Driver Ojol yang Sering Kena Tipu

Editor : Wahyu Subyanto

Baca Lainnya