Bandara Besar Di London Lengkapi Diri Dengan Sistem AntiDrone Militer

Minggu, 06 Januari 2019 | 18:14
midstreamlighting.com

Bandara Gatwick, London

Laporan Wartawan NexTren, David Novan Buana

NexTren.com - Ancaman drone terhadap infrastruktur perkotaan ternyata bukanlah sesuatu yang bisa ditertawakan; terbukti dengan insiden bandara Gatwick di London beberapa waktu lalu.

Karena ada orang yang melakukan teror dengan menerbangkan drone di daerah landasan pacu pesawat, penerbangan di bandara tersibuk kedua di London tersebut dibatalkan.

Akibatnya, banyak penumpang yang gagal diterbangkan di musim liburan tersebut bahkan sampai dipindahkan ke bandara lain.

Baca Juga : Kepolisian New York Tebar Pasukan Drone Untuk Amankan Malam Tahun Baru

Sekilas masalah drone tersebut tidak terlalu serius, bahkan bisa dikatakan seperti orang yang sedang bercanda saja.

Namunpotensi bencananya sangat besar, karena perangkat keras seperti drone bisa menghancurkan baling-baling di dalam turbin pesawat dan membuatnya jatuh.

Pada insiden Gatwick, pelakunya memang berniat untuk mengacaukan penerbangan karena mereka berhasil melarikan diri ketika dikejar polisi.

Setelah itu, mereka akan kembali menerbangkan drone untuk kembali mengacaukan penerbangan di sana.

Barulah tiga hari kemudian setelah pihak militer Inggris membawa sistem anti-drone buatan Israel, penerbangan bisa kembali normal.

Hantaman keras akibat insiden tersebut membangunkan kesadaran pihak bandara akan bahaya teror drone, sehingga bandara Gatwick dan juga Heathrow di London langsung memasang sistem anti-drone.

Kedua bandara tersebut menghabiskan biaya hingga jutaan Poundsterling demi memasang sistem yang mampu mengacaukan sinyal yang diterima drone tersebut.

Baca Juga : Drone Teror Bandara Tersibuk London, Bikin Ratusan Penerbangan Tertunda

Drone yang terkena jaring sistem pengamanan kelas militer tersebut akan langsung masuk ke dalam kendali bandara, dan bisa diturunkan tanpa kerusakan.

Dari sana drone tersebut akan menjadi barang bukti untuk mengejar dan menangkap pelaku yang menerbangkan perangkat di daerah larangan terbang di bandara tersebut.

Hukuman untuk pelakunya juga cukup berat, yaitu denda dengan jumlah besar plus penjara menunggunya.

Insiden tersebut ternyata tidak padam begitu saja, karena kini menjadi pemicu dari perdebatan sengit mengenai ancaman bahaya drone konsumer terhadap infrastruktur negara.

Bahkan pada bandara lain yang tidak mampu membeli perangkat anti-drone yang super mahal tersebut, seperti bandara Edinburg di Scotland, mereka menambahkan personil patroli dan memperluas zona larangan terbang.(*)

Editor : Kama

Sumber : The Verge

Baca Lainnya