Startup Indonesia Pamerkan Karyanya di Barcelona

Clean Messaging adalah aplikasi penyaring spam untuk ponsel yang baru berumur 3 bulan. Para pembuatnya berani memamerkan produk itu di ajang MWC 2016 di Barcelona.

By Oik Yusuf - Senin, 29 Februari 2016 | 11:31 WIB

Oik Yusuf/KOMPAS.com Duo pengembang Anton Nasser dan R. Ari Sudraja (kiri) saat ditemui di stand aplikasi filter spam untuk mobile Clean Messaging buatan mereka di Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Spanyol.

Ajang Mobile World Congress (MWC) 2016 yang berlangsung di kota Barcelona, Spanyol, tanggal 22-25 Februari adalah ajang eksebisi internasional yang menjadi kiblat industri mobile. Segala yang berkaitan dengan teknologi dan inovasi teranyar di duina mobile ditampilkan di sini.

Para pelaku industri pun tumpah ruah memadati arena pameran yang menempati area seluas hampir 1.900 meter persegi di gedung eksebisi Fira Gran Via. Mulai dari penyedia infrastruktur telekomunikasi, operator, pabrikan gadget, hingga pengembang aplikasi hadir dan saling unjuk gigi.

Hampir semuanya berasal dari negeri-negeri lain di luar Indonesia, kecuali satu, yakni stand aplikasi filter spam untuk mobile, Clean Messaging, milik duo pengembang Anton Nasser dan R. Ari Sudrajat.

Keduanya asli Indonesia. Startup mereka merupakan satu-satunya peserta MWC 2016 dari Tanah Air.

"Kami sudah coba cari orang lain dari Indonesia lewat fitur pencarian ekshibitor di situs MWC, untuk cari teman, tapi tidak ketemu," ujar Ari kepada Nextren saat disambangi di booth Clean Messaging, Rabu (24/2/2016),

Nextren juga tak menemukan peserta lain yang berasal dari Indonesia di situs dimaksud. Memang, ada sejumlah orang Indonesia lain yang bisa dijumpai di arena pameran, tetapi mereka bekerja untuk brand asing yang sudah mendunia.

Mungkin tak akan ada peserta dari Indonesia sama sekali di MWC 2016 kalau bukan karena Clean Messaging. Peserta dari negara lain, seperti Malaysia dan Singapura berjumlah lebih banyak. Tepat di samping booth milik Ari dan Anton, ada paviliun berupa area luas yang sengaja disewa untuk menjadi ajang eksebisi sejumlah perusahaan dari China.

"Pemerintah negara lain banyak yang menyewa paviliun seperti itu untuk menampilkan pelaku industri mobile dari negara mereka," kata Ari. Dia mengeluhkan tidak adanya inisiatif serupa dari pemerintah Indonesia untuk mendorong startup agar tampil di ajang trade show akbar macam MWC 2016

Padahal, menurut dia, acara demikian bisa mendorong perkembangan usaha, baik yang masih kecil maupun sudah besar dengan mempertemukan mereka dengan para pelaku industri lain dari seantero belahan dunia.

Cari kesempatan

Meski harus merogoh kocek sendiri, Ari dan Anton memberanikan diri menyewa booth berukuran kurang dari 9 meter persegi. Meski kecil, harga sewanya disebutkan mencapai ratusan juta rupiah. Semua demi mendorong aplikasi Clean Messaging yang baru berumur kurang dari 4 bulan sejak pertama meluncur pada November 2015.

Ari dan Anton sebelumnya sudah memiliki usaha content provider yang bisa memberi mereka pemasukan sehingga bisa memodali Clean Messaging di bawah perusahaan yang baru dirintis.

Lalu, apa tujuan Clean Messaging bertandang ke Barcelona? Para pembuatnya ternyata ingin menyasar pasar internasional.

"Kami ingin cari rekanan dari operator telekomunikasi atau vendor gadget. Clean Messaging ini kan aplikasi anti-spam, jadi bisa diintegrasikan dan membantu dua jenis bisnis itu, misalnya dengan disertakan sebagai filter spam default di ponsel" terang Ari. Selain itu, dia juga mencari investor yang tertarik untuk mengembangkan usahanya.

Ari dan Anton pun giat memperkenalkan diri pada para operator dan vendor yang banyak bertebaran di arena pameran, selain menyambut pengunjung yang datang ke booth miliknya.

Menurut Ari, seperti pameran lain yang serupa, kebanyakan pengunjung MWC 2016 merupakan pelaku industri yang bermaksud mencari kesempatan -entah berupa produk atau jasa- untuk mengembangkan kepentingan masing-masing. Karena itu tak jarang booth Clean Messaging didatangi oleh para perwakilan perusahaan yang tertarik dengan produk yang ditawarkan.

"Tindak lanjutnya bisa langsung dilakukan, atau bisa komunikasi setelah acara," katanya.

Anti-spam

Clean Messaging yang dijagokan oleh Ari dan Anton merupakan aplikasi filter spam SMS agar pengguna bisa terhindar dari pesan-pesan yang tidak diinginkan seperti SMS promosi, penipuan atau bahkan phising.

Mekanisme kerjanya mirip-mirip "crowdsourcing" di mana aplikasi yang terpasang di ponsel akan terus mengirim pembaruan data ke server terkait nomor yang dipakai untuk mengirim SMS spam atau isinya.

Ari mengatakan pembaruan tersebut diperlukan untuk memblokir spam secara efektif karena pengirimnya kerap berganti nomor setiap melakukan blast SMS maupun mengganti kata-kata di dalamnya seperti "jual" menjadi "ju4l", misalnya. "Inilah sebabnya operator telekomunikasi kesulitan melakukan pemblokiran SMS spam," ujar dia.

Pengiriman data dari aplikasi client ke server dilakukan secara otomatis. Apabila ditemukan spam dengan sumber atau gaya penulisan baru yang tidak ada di basis data, aplikasi akan mengirim langsung informasi pembaruan ke server. Nomor penerima SMS tidak disertakan untuk menjaga privasi. Isi pesan juga hanya bisa dibuka dan dianalisis oleh program AI (artificial intelligence) yang tertanam di server.

Cara pemblokiran spam seperti ini diklaim meningkatkan tingkat sukses pemblokiran spam sehingga bisa melewati aplikasi anti-spam mlik Google sekalipun. Tentu, pengguna bisa memilih agar meloloskan SMS dari pihak tertentu yang memang dikehendaki.

Clean Messaging juga disebut cukup pintar untuk membiarkan SMS yang memang mengandung informasi penting serta memblokir SMS spam, meski keduanya berasal dari pihak yang sama, misalnya info transaksi dan promo dari bank.

Medium SMS sengaja dipilih karena dinilai sebagai sarana yang paling efektif dipakai untuk menyebarkan spam ke ponsel. "Kalau lewat aplikasi instant messenger seperti WhatsApp atau Line, menyebarkan spam akan sulit krena ponsel target penerima belum tentu terpasang aplikasi yang bersangkutan," ujar Ari menjelaskan alasannya.

Ia juga berniat menanamkan fitur identifikasi penelepon ala WhosCall di Clean Messaging agar bukan cuma SMS Spam saja yang bisa diblokir, namun juga telepon dari pihak yang tak diinginkan

Clean Messaging sendiri kini baru tersedia untuk platform Android melalui Google Play Store karena Apple (iOS) tak mengizinkan SMS pengguna diutak-atik. Ari mencatat aplikasinya telah dipakai oleh 20.000 pengguna yang sebagian besar berasal dari Indonesia.

Monetisasi sejauh ini dilakukan lewat penayangan iklan dan menyediakan versi berbayar yang bebas iklan. Meski mengaku belum memiliki rekanan, Ari dan Anton berharap bisa merangkul para operator telekomunikasi di dunia internasional.

"Target kami bemitra dengan 80 operator, atau kurang lebih 10 persen dari jumlah operator seluler di seluruh dunia. Kalau tercapai, itu sudah bagus," pungkas Ari.
Penulis: Oik Yusuf
COMMENTS
BERITA TERKAIT
Inilah 10 Startup Indonesia yang Paling Diincar

Inilah 10 Startup Indonesia yang Paling Diincar

Startup, 2 Tahun yang lalu

Situs penyedia informasi pekerjaan, Jobplanet membuat daftar 10 perusahaan rintisan (startup) yang paling menarik perhatian para pencari kerja di Indonesia.

Ini "Oleh-oleh" Startup Surabaya Setelah Berkunjung ke Silicon Valley

Ini "Oleh-oleh" Startup Surabaya Setelah Berkunjung ke Silicon Valley

Startup, 2 Tahun yang lalu

Startup asal Surabaya "Delihome" yang sebelumnya memenangkan kompetisi "Startup Sprint" berkunjung selama empat hari ke Sillicon Valley. Ada banyak pelajaran dan pengalaman yang mereka bawa dari sana.

Developer Game Educa Studio, Berkibar Tanpa Investor

Developer Game Educa Studio, Berkibar Tanpa Investor

Startup, 2 Tahun yang lalu

Startup pengembang game lokal asap Salatiga, Educa Studio, dirintis dengan modal sendiri tanpa bantuan investor hingga kini. Bagaimana caranya?

Mengintip “Dapur” Studio Game di Salatiga

Mengintip “Dapur” Studio Game di Salatiga

Startup, 2 Tahun yang lalu

Educa Studio berhasil merintis usaha pengembangan game edukasi dengan modal sendiri. Seperti apa isi “dapur” startup digital yang berkantor di Salatiga, Jawa Tengah ini?

Yuk, Ikutan Pelatihan Aplikasi Mobile dari Kominfo

Yuk, Ikutan Pelatihan Aplikasi Mobile dari Kominfo

Startup, 1 Tahun yang lalu

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serius mengembangkan ekosistem startup lokal dengan membuat pelatihan dan pengembangan aplikasi mobile bagi 100 pebisnis online.

BERITA LAINNYA
255 Juta Pelanggan Sudah Daftar, Ini Caranya Jika Registrasi Gagal

255 Juta Pelanggan Sudah Daftar, Ini Caranya Jika Registrasi Gagal

How To, 2 Jam yang lalu

Registrasi kartu prabayar sebenta rlagi berakhir. Apa yang harus dilakukan jika gagal registrasi ulang?

Survey APJII 2017, Banyak Orang Indonesia Internetan Lebih 7 Jam Sehari

Survey APJII 2017, Banyak Orang Indonesia Internetan Lebih 7 Jam Sehari

Tren, 2 Jam yang lalu

Pengguna internet Indonesia terus bertambah, dan maki njelas perilakunya setelah survey yang dilakukan oleh APJII tahun lalu.

Cara Terjemahkan Gambar Dengan Bantuan Google Translate, Mudah Kok

Cara Terjemahkan Gambar Dengan Bantuan Google Translate, Mudah Kok

How To, 4 Jam yang lalu

Google terus berinovasi mengembangkan aplikasi untuk berkomunikasi lewat Google Translate. Tak hanya lewat tulisan dan suara, kini gambar bisa diterjemahkan

Cara Mudah Atasi Hape Android yang Suka Restart Terus Menerus

Cara Mudah Atasi Hape Android yang Suka Restart Terus Menerus

How To, 4 Jam yang lalu

Hape yang selalu restart sering ditemui pengguna Android. Selain bikin kesal, hal itu juga menguras baterai.

Uniknya Google Translate Saat Terjemahkan Bahasa Inggris Ke Jawa

Uniknya Google Translate Saat Terjemahkan Bahasa Inggris Ke Jawa

Social, 5 Jam yang lalu

Buat sebagian orang terutama di kalangan bawah, berkomunikasi dalam bahsa daerahnya terasa lebih mudah dan akrab. Bahkan termasuk di sosial media.

Mengenal Kudak Pro, Tiruan Kamera Film Berbasis Aplikasi Android

Mengenal Kudak Pro, Tiruan Kamera Film Berbasis Aplikasi Android

Apps, 6 Jam yang lalu

Memotret saat ni memnag terasa mudah dan praktis. Namun inginkah kamu merasakan seperti apa sensasi memotret memakai kamera film?

Bukalapak Rilis Fitur Nego, Begini Cara Sukses Menggunakannya

Bukalapak Rilis Fitur Nego, Begini Cara Sukses Menggunakannya

How To, 6 Jam yang lalu

Belanja online kini sudah menjadi kebutuhan masyarakat, Baru-baru ini, salah satu e-commerce merilis fitur baru, agar bisa menawar saat belanja.

Mengenal Bonus Kartu Perdana Murah ala Smartfren, Mulai Rp 5 Ribu

Mengenal Bonus Kartu Perdana Murah ala Smartfren, Mulai Rp 5 Ribu

Tren, 6 Jam yang lalu

Smartfren baru saja merilis kartu perdana murah meriah, dengan beberapa bonus gratis seperti chating, telepon, dan data.

Cara Bersihkan Softcase Hape Agar Tetap Kinclong, Wajib Coba!

Cara Bersihkan Softcase Hape Agar Tetap Kinclong, Wajib Coba!

How To, 6 Jam yang lalu

Softcase hape menjadi pelindung utama sebuah hape. Meski murah dan mudah diganti, tentu juga harus dirawat dengan baik.

Alasan Mengapa Kartu Smartfren Perlu Dicoba Pecinta Browsing

Alasan Mengapa Kartu Smartfren Perlu Dicoba Pecinta Browsing

Social, 7 Jam yang lalu

Smartfren menjadi salah satu operator 4G yang unik karena merupakan mantan operator CDMA. Smartfren juga punya frekuensi 4G yang lega.

4 Masalah Ini Bikin Internetmu Jadi Lambat, Tak Banyak yang Tahu Loh

4 Masalah Ini Bikin Internetmu Jadi Lambat, Tak Banyak yang Tahu Loh

Tren, 7 Jam yang lalu

Akses internet yang lemot memang bikin kesal, dan ternyata belum tentu disebabkan satu hal saja. Bisa karena hape, bisa karena hal di luar hape.

Logo Apple Mendadak Jadi Berwarna-Warni, Terobosan Baru Nih?

Logo Apple Mendadak Jadi Berwarna-Warni, Terobosan Baru Nih?

Tren, 7 Jam yang lalu

Logo Apple sangat khas dan sudah seperti itu selama puluhan tahun. Baru-baru ini warna logo mereka berubah drastis lebih ceria dan berwarna.

Perbandingan Oppo A83 Dan Oppo F5, Lebih Murah Dan Lebih Kencang

Perbandingan Oppo A83 Dan Oppo F5, Lebih Murah Dan Lebih Kencang

Gadget, 7 Jam yang lalu

Oppo A83 hadir untuk memenuhi keinginan konsumen yang ingin merasakan fitur Oppo F5 tapi merasa harganya terlalu tinggi.

Video Call Grup, Fitur Baru Facebook Messenger yang Bikin Seru

Video Call Grup, Fitur Baru Facebook Messenger yang Bikin Seru

Social, 9 Jam yang lalu

Facebook Messenger mungkin masih kalah populer dengan WhatsApp. Namun, aplikasi ini bisa digunakan untuk video call grup loh

3 Hape Sony Xperia Terbaru dengan SoC Snapdragon 660 yang Siap Luncur

3 Hape Sony Xperia Terbaru dengan SoC Snapdragon 660 yang Siap Luncur

Gadget, 10 Jam yang lalu

Sony akan memperkenalkan tiga hape Xperia terbaru untuk kelas menengah di ajang Mobile World Congress di Barcelona nanti

Loading ...